EEBB Luncurkan Buku 'Untuk Guru dari Bangka ke Papua'

Peluncuran Buku “Untuk Guru dari Bangka ke Papua”disambut hangat para orangtua di tempat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

EEBB Luncurkan Buku 'Untuk Guru dari Bangka ke Papua'
IST/DOK.UBBPRESS
Foto Bersama Ketua Tim EEBB, Dr. Eddy Nurtjahya M.Sc dan anggota Isfarina S. Ter.T, dengan Pemateri Dilakhira Yasa, S.Pd., M.Ec.Dev., tenaga pendidik dan puluhan orangtua murid pada kegiatan Peluncuran Buku “Untuk Guru dari Bangka ke Papua”di PAUD Destira Tanjung Ratu, Sungailiat,Sabtu (29/12/2018) pagi. 

BANGKAPOS.COM -- Program EEBB (Early Education Bangka Bupul) meluncurkan buku “Untuk Guru dari Bangka ke Papua”kelanjutan dari rangkaian kegiatan pelatihan bagi guru Pendidikan Usia Dini dan Dasar di Bangka dan Bupul, Papua.

Peluncuran Buku “Untuk Guru dari Bangka ke Papua”disambut hangat para orangtua di tempat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Destira, Tanjung Ratu, Sungailiat, Sabtu (29/12/2018)Pagi.

Kegiatan dihadiri oleh tenaga pendidikan PAUD Destira dan puluhan orangtua murid PAUD Destira.

EEBB merupakan program pendidikan bagi guru Pendidikan Usia Dini dan Dasar di Desa Bupul, Kabupaten Merauke dan Kenangadansekitarnya, Kabupaten Bangka.

Program ini berjalan atas dukungan dana dari International Exchange Alumni, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, dan dukungan akademisi dari Universitas Bangka Belitung, Universitas Musamus di Merauke, dan UniversitasRespati, Yogyakarta.

Ketua Tim EEBB, Dosen UBB, Dr. Eddy Nurtjahya, M.Sc. mengatakan bahwapenulisan buku ini yaitu kelanjutan dari rangkaian kegiatan pelatihan bagi guru Pendidikan Usia Dini dan Dasar di Bupul, Merauke bulan November 2017, pelatihan serupa di Bangka bulanMaret 2018, dan pemantauan dan evaluasi di ke dua lokasi di bulanJulidanAgustus 2018.

Keistimewaan buku ini adalah keragamanlatar belakang 22 orang penulis yang meliputi pendongeng, pendidik usia dini dan dasar, budayawan, tokoh agama, psikolog, dosen pendidikan, dan dari dinas pendidikan, yang memiliki rasa kepedulian terhadap pentingnya kesetaraan pendidikan, terutama pendidikan usia dini dan dasar di Bangka dan Bupul,” ujar Eddy dalam rilis UBB Pers kepada Bangkapos.com, Selasa (1/1/2019).

Solusi terhadap permasalahan yang teridentifikasi, baik di Bangka dan Bupul, dilakukan dengan peningkatan pemahaman pentingnya pendidikan usia dini dan pendidikan dasar, peningkatan motivasi guru dalam darma baktinya, dan peningkatan kapasitas guru terutama metode pengajaran.

“Pemahaman tersebut menguat karena memperhatikan pengalaman relawan di Desa Bupul beberapa bulan sebelum program EEBB ini dilakukan tahun 2017, dan hasil wawancara dan observasi dengan berbagai pemangku kepentingan di Kabupaten Bangka dan Kabupaten Merauke”, lanjutnya.

“Rangkaian kegiatan di Kabupaten Bangka, selain adalah upaya peningkatan motivasi guru dan peningkatan kapasitas mengajar, kegiatan tersebut juga menjadi cermin bagi peningkatan motivasi guru dan peningkatan kapasitas mengajar rekan guru di Bupul, Distrik Elikobel dan Distrik Muting,Kabupaten Merauke. 

Halaman
123
Penulis: Herru W
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved