Anggaran PUPR Pangkalpinang Tahun Ini Turun Drastis, Ini Penyebabnya

Saya menganggap anggarannya minimalis di bidang ke-PU-an ini. Anggaran kami tahun ini dipatok Rp 111 miliar, sebelumnya

Anggaran PUPR Pangkalpinang Tahun Ini Turun Drastis, Ini Penyebabnya
BANGKA POS/ DEDY QURNIAWAN
Kepala Dinas PUPR Pangkalpinang Suparlan Dulaspar 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Anggaran untuk Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang turun drastis. Penurunan terjadi karena minimnya penerimaan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk infrastruktur jalan di Pangkalpinang yang pada tahun ini hanya Rp 11 miliar.

Kepala Dinas PUPR Pangkalpinang Suparlan Dulaspar mengatakan, jika pada tahun lalu pihaknya mengeksekusi anggaran sekitar Rp 200 miliar, pada tahun ini anggaran yang ada di PUPR berkurang hampir setengahnya yakni Rp 111 miliar.

"Saya menganggap anggarannya minimalis di bidang ke-PU-an ini. Anggaran kami tahun ini dipatok Rp 111 miliar, sebelumnya (2018) Rp 200-an lebih.

Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk infrastruktur jalan berkurang dari Rp 90 an miliar menjadi hanya Rp 11 miliar, ini menurun drastis, karena terkait DAK inilah yang paling dominan turunnya," kata Suparlan kepada Bangka Pos, Rabu (2/1/2019).

Menurunnya alokasi anggaran ini membuat beberapa proyek strategis Pemkot Pangkalpinamg pada 2019 terpaksa dimundurkan pada 2020 mendatang.

Sejumlah proyek strategis itu misalnya adalah pembangunan jalan tembus dan jembatan dari kawasan air Jerambah Gantung menuju Universitas Bangka Belitung (UBB) dan melanjutkan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hamzah.

"Programnya masuk di 2019 tetapi baru bisa dilaksanakan pada 2020. Pada 2019 ini tidak bisa," ucap dia.

Minimnya anggaran saat ini, menurut Suparlan, sangat berkaitan dengan rasionalisasi anggaran pemerintah pusat.

Sejumlah anggaran tak bisa diakomodir pusat karena dialihkan untuk membangun infrastruktur di daerah bencana seperti Palu, Kolaka, ataupun Nusa Tenggara Barat.

"Untuk infrastruktur ini memang harapan kami jangan sampai pakai APBD, tetapi pakai dana pusat, dan dapatnya cuma Rp 11 miliar, padahal usulan kami Rl 100 miliar lebih," kata dia. (BANGKAPOS.COM / Dedy Qurniawan)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved