Warga Tolak Arena Permainan Terindikasi Judi, Polisi Diminta Bertindak

Keberadaan arena permainan ketangkasan atau game zone di sebuah Ruko Simpang Kudai Sungailiat Bangka mendapat tentangan.

Warga Tolak Arena Permainan Terindikasi Judi, Polisi Diminta Bertindak
ist
Ilustrasi penggerebekan judi di Riausilip 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Keberadaan arena permainan ketangkasan atau game zone di sebuah Ruko Simpang Kudai Sungailiat Bangka mendapat tentangan.

Sejumlah Warga RT 01 Lingkungan Kudai Utara, Kelurahan Sinarjaya Jelutung Sungailiat, menggalang tanda-tangan memprotes keberadaan usaha tersebut.

Bukti penggalangan tanda tangan warga sekitar lokasi permainan ini diserahkan kepada Kepala Lingkungan (Kaling) Kudai Utara, Juniansah Fornen alias Anen. Kemudian Kaling melanjutkan surat pernyataan penolakan warganya kepada Lurah Sinarjaya Jelutung Sungailiat, Jaja Sulaeman.

Sementara itu, surat resmi dari Kelurahan Sinarjaya Jelutung Sungailiat, ditanda-tangani Lurah, Jaja Sulaeman Tanggal 28 Nopember 2018 lalu, diketahui Kaling dan RT 01, telah dilayangkan ke Kapolres Bangka.

Dalam surat tersebut Lurah memohon bantuan dan dukungan pihak kepolisian dalam hal pemberantasan indikasi perjudian berkedok usaha arena permainan ketangkasan. Lurah juga memastikan tidak akan mengeluarkan surat ijin pada pemilik usaha permainan yang dimaksud karena terindikasi judi.

Kepala Lingkungan (Kaling) Kudia Utara, Juniansah Fornen alias Anen kepada Bangka Pos, Rabu (2/1/2019) malam mengatakan hal senada. "Intinya Warga Lingkungan Kudai Utara menolak adanya arena permainan atau game zone. Khususnya warga RT 001, terutama tetangga terdekat kanan dan kiri," kata Anen.

Penolakan warganya menurut Anen cukup beralasan. Warga merasa game zone tersebut memiliki kejanggalan sehingga terkesan judi.

"Jenis usaha arena permainan, tapi kok anak-anak dilarang masuk. Bukannya arena permainan itu identik dengan anak-anak?" katanya.

Sebaliknya jika tidak terindikasi unsur perjudian, pihak pengelolah membuat usaha secara terbuka agar siapa saja bisa melihat. "Kalau usahanya benar, masa tempat permainannya tertutup? Bukannya seharusnya terbuka? Makanya kalau masih mau buka, sebaiknya pindah saja ke tempat lain, yang jauh dari keramaian," tegas Anen seraya mempertanyakan tindak lanjut kepolisan terkait surat yang dibuat oleh RT, Kaling dan Lurah, beberapa waktu lalu.

Lurah Sinarjaya Jelutung Sungailiat, Jaja Sulaeman dikonfirmasi terpisah, Rabu (2/1) malam menambahkan komentar Kaling Kudai Utara, Juniansah Fornen alias Anen. Khususnya kepada aparat yang berwenang, Lurah berharap aspirasi warga dapat ditindak-lanjuti.

"Tindakan selanjutnya kami mohon permintaan warga didengar dan ditindak-lanjuti oleh aparat terkait," katanya.

Kapolres Bangka AKBP M Budi Ariyanto diwakili Kasat Reskrim AKP Rio RP dikonfirmasi Bangka Pos, Rabu (2/1/2019) malam mengaku belum menerima surat yang dimaksud. Kasat menduga, surat yang dibuat dan dikirim oleh Pihak Kelurahan Sinarjaya Jelutung Sungailiat tersebut, masih berada di meja Kapolres Bangka.

Namun demikian, menurut Kasat, prinsipnya, pihak kepolisian akan menindak-lanjuti laporan atau keluhan warga, apalagi jika terkait indikasi tindak pidana. "Mungkin masih dengan Kapolres surat itu, saya belum terima. Tapi yang jelas, kami masih Lidik (penyelidikan) untuk pembuktian judinya. Masih kami kaji dengan kejaksaan," tegas Kasat. (Bangkapos/Ferylaskari)

Penulis: ferylaskari
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved