Kantor Imigrasi Pangkalpinang Layani 80 -90 Paspor per Hari

Masyarakat yang datang sejak di pintu masuk akan disapa dengan ramah oleh petugas satpam yang menanyakan keperluan datang ke Kantor Imigrasi.

Kantor Imigrasi Pangkalpinang Layani 80 -90 Paspor per Hari
Bangkapos/Edw
Masyarakat sedang menunggu proses pembuatan paspor di Kantor Imigrasi Pangkalpinang. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA --Beberapa hari terakhir ini Kantor Imigrasi Kelas 1 TPI (Tempat Pemeriksaan Imigrasi) Kota Pangkalpinang sejak pagi hari terlihat sudah ramai dipenuhi masyarakat untuk membuat paspor.

Masyarakat yang datang sejak di pintu masuk akan disapa dengan ramah oleh petugas satpam yang menanyakan keperluan datang ke Kantor Imigrasi.

Kebanyakan saat ini masyarakat yang datang banyak yang membuat paspor untuk keperluan persiapan keberangkatan menunaikan ibadah haji ke tanah suci Mekkah, Arab Saudi.

Sebelum memasuki pintu ruangan pelayanan pembuatan paspor, masyarakat yang membawa berbagai berkas tersebut disambut lagi petugas imigrasi untuk memeriksa berbagai kelengkapan berkas dan mengisi berbagai formulir untuk persyaratan pembuatan paspor.

Apabila sudah lengkap, baru diperbolehkan masuk ke dalam ruang tunggu pendaftaran pelayanan pembuat paspor yang dijaga dua orang petugas untuk menyerahkan berkas-berkas pembuatan paspor.

Setelah diperiksa petugas selanjutnya, masuk ke dalam ruangan proses pembuatan paspor.

Kasi Teknologi Informasi dan Komunikasi Kantor Imigrasi Kelas I TPI (Tempat Pemeriksaan Imigrasi) Pangkalpinang, Markus Lenggo mengatakan saat ini memang ramai masyarakat membuat paspor kebanyakan untuk keperluan ibadah haji ke tanah suci Mekkah, Arab Saudi. Tetapi, ada juga beberapa orang yang membuat paspor untuk keperluan pergi ke luar negeri lainnya.

"Rata-rata saat ini dalam satu hari kami melayani sekitar 80-90 orang yang membuat paspor," kata Markus Lenggo ditemui Bangkapos.com, Kamis (03/01/2019) di kantornya.

Dijelaskannya, sebenarnya tidak ada paspor khusus untuk menunaikan ibadah haji.

"Seperti halnya Pak Faisal (pegawai Imigrasi, red) yang menunaikan ibadah hajinya tahun lalu. Dia masih memiliki paspornya dan paspor itu belum rusak dan masih berlaku sehingga masih dapat digunakan. Dia hanya tinggal mengajukan visa haji saja," jelasnya.

Ditegaskannya, jadi tidak ada paspor khusus untuk menunaikan ibadah haji, sebab paspor yang digunakan sama saja untuk bepergian ke negara-negara lainnya.

"Beda dengan paspor yang dikeluarkan Kementrian Agama beberapa tahun yang lalu, itu memang paspor khusus untuk haji. Paspor yang ada saat ini sudah yang berstandar internasional ICAO bisa digunakan untuk kegiatan apapun di luar negeri," ujarnya.

Dijelaskannya, yang membedakan orang ke luar negeri hanya visanya saja. Untuk bisa haji ini akan diurus secara kolektif oleh Kementrian Agama Kekedutaan Arab Saudi.

"Paspor calon jamaah haji bisa diurus secara perorangan atau secara kelompok oleh KBIH-nya," tukasnya. (BANGKAPOS.COM/EDWARDI)

Penulis: edwardi
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved