Kemenag Bangka Sudah Panggil 230 Calhaj yang Akan Berangkat Haji Tahun 2019

Biaya itu ditentukan oleh DPR dan pemerintah. Itu biasanya sebelum keberangkatan yang diperkirakan bulan Juli

Kemenag Bangka Sudah Panggil 230 Calhaj yang Akan Berangkat Haji Tahun 2019
Bangkapos/Edwardi
H Paidi. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Para Calon Jamaah Haji (Calhaj) Kabupaten Bangka yang akan menunaikan ibadah haji ke tanah suci Mekkah untuk tahun 2019 sudah masuk kuota sebanyak sekitar 230 orang. 

Pihak Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bangka sudah mengumpulkan para calhaj tersebut untuk mempersiapkan dokumen keberangkatan termasuk persiapan paspor.

Menurut Kepala Kementerian Agama Kabupaten Bangka H Paidi untuk pengurusan paspor secara mandiri dilakukan oleh masing-masing calhaj di Kantor Imigrasi Babel.

"Kami harapkan kepada para calon jamaah haji mereka sudah belajar secara mandiri. Jadi ada beberapa KBIH sudah memfasilitasi untuk mempersiapkan manasik haji guna persiapan keberangkatan mereka nantinya.

Alhamdulillah kami sudah mulai memfasilitasi kepentingan calon jamaah haji kita untuk tahun 2019," jelas Paidi, Kamis (3/1/2019) kepada bangkapos.com di Kantor Kemenag Kabupaten Bangka. 

Namun keberangkatan para calhaj Kabupaten Bangka menunaikan ibadah haji pada tahun 2019 belum ada jadwal dari Kementerian Agama Republik Indonesia.

Begitu juga untuk kepastian Ongkos Naik Haji (ONH) pihaknya masih menunggu informasi dari Kemenag RI. 

"Biaya itu ditentukan oleh DPR dan pemerintah. Itu biasanya sebelum keberangkatan yang diperkirakan bulan Juli atau Agustus nanti," kata Paidi. 

Diakuinya, daftar tunggu haji kuota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sangat lama hingga tahun 2036 nanti jika calhaj mendaftar pada tahun 2019 ini.

Sedangkan untuk daftar tunggu haji di Kabupaten Bangka sekitar 3.000 orang yang menunggu keberangkatan tahun 2036 mendatang. "18 tahun lah menunggu," kata Paidi.

Dia menyebutkan, untuk prioritas bagi calhaj jika kuota haji 2019 tersebut tidak terpenuhi karena ada yang meninggal dunia, mundur atau sakit diperuntukan bagi yang memahromi, usia lanjut dan penganti suami atau istri yang meninggal dunia sesuai aturan pemerintah. 

"Itu biasanya menjelang keberangkatan kalau sekarang ini belum menunggu sampai waktu pelunasan.

Jika kalau sampai pelunasan terakhir belum terpenuhi kuota itu maka naiklah bisa yang usia lanjut, bisa untuk memahromi itu yang bisa masuk," ungkap Paidi.

Disinggung untuk suntikan vaksin meningitis  bagi para calhaj menurut Paidi itu kewenangan dari pihak dinas kesehatan bukan kemenag.

"Kalau fatwa MUI-nya kan ya sudah. Kita patokannya itu, diperbolehkan karena memang kondisinya," jawab Paidi.
(BANGKAPOS.COM/NURHAYATI)

Penulis: nurhayati
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved