Sosok Mendiang Hasan Gunawan di Mata Keluarga Besar

nilai-nilai yang ditanamkannya pada kami tidak akan pernah pergi dari kehidupan keluarga besar kami

Sosok Mendiang Hasan Gunawan di Mata Keluarga Besar
BANGKA POS/ DEDY QURNIAWAN
Prosesi pemakaman mendiang Hasan Gunawan di pemakaman Sentosa, Pangkalpinang, Rabu (2/1/2019). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Karangan bunga duka cita tampak berjejer memenuhi sebagian komplek Pemakaman Sentosa, Pangkalpinang, Rabu (2/1/2018). Di sini, menjadi tempat peristirahatan terakhir mendiang Hasan Gunawan.

Pantauan Bangka Pos, prosesi pemakaman berlangsung penuh khidmat. Selain keluarga besar, tampak hadir melayat sejumlah kolega mendiang Hasan Gunawan di antaranya Kapolda Babel Brigjen (Pol) Istiono, anggota DPD RI Hudarni Rani, Kapolres Pangkalpinang AKBP Iman Risdiono Septana, dan sejumlah pelayat lainnya.

Sukito Gunawan, anak mendiang Hasan Gunawan, menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang hadir mengantarkan papa mereka ke tempat peristirahatan terakhirnya.

"Kami juga ingin memohon maaf yang sebesar-besarnya jika ada perbuatan yang salah terhadap siapapun yang dilakukan semasa hidupnya, baik sengaja ataupun tidak sengaja," kata Sukito dalam sambutannya pada prosesi pemakaman mendiang Hasan Gunawan.

Dia mengatakan, mendiang Hasan Gunawan telah menyelesaikan perjalanan hidupnya di dunia dan menerima panggilan Sang Pencipta Tuhan Yang Maha Esa dengan tenang.

"Namun nilai-nilai yang ditanamkannya pada kami tidak akan pernah pergi dari kehidupan keluarga besar kami dan tetap hadir selama-lamanya di dalam hati kami semua," ucapnya.

Bagi anak cucunya, mendiang Hasan Gunawan selalu menanamkan nilai-nilai disiplin dan bertanggung jawab, mau berteman dengan siapapun tanpa membedakan latar belakang, selalu menekankan untuk hormat kepada orangtua.

Mendiang Hasan Gunawan juga menanamkan nilai-nilai untuk memprioritaskan pendidikan bagi anak-anaknya, menjadi orangtua dan teman bagi mereka, bersemangat juang yang tinggi, dan menanamkan rasa kebersamaan yang tinggi dan saling akur antar keluarga.

"Saya masih ingat ketika dua dari empat anaknya berantem, tetapi yang dihukum tidak hanya dua yang berantem. Kami semua berempat mendapatkan hukuman. Sepintas perbuatan tersebut menurut pandangan saya sangat tidak adil, namun setelah saya beranjak dewasa, saya baru mengerti hikmah dari perbuatan tersebut, yakni membentuk rasa saling menjaga kebersamaan maupun kekompakan bagi keempat anak-anaknya," kata Sukito mengenang papa mereka.

Pada kesempatan itu, Sukito mewakili keluarga besar juga menyampaikan permohonan maaf kepada mendiang Hasan Gunawan.

"Saya mewakili keluarga besar Gunawan, mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak dan Ibu yang hadir di sini," ucapnya. (BANGKAPOS.COM / Dedy Qurniawan)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved