Polwan di Makassar Brigpol DW Dipecat Karena 'Chat' Porno, Terungkap Fakta-fakta Ini

Polwan di Makassar Brigpol DW Dipecat Karena 'Chat' Porno, Terungkap Fakta-fakta Ini

Polwan di Makassar Brigpol DW Dipecat Karena 'Chat' Porno, Terungkap Fakta-fakta Ini
Tribunnews
ilustrasi 

Fotonya disebarkan oleh seorang narapidana (napi) di Lampung.

"Karena melakukan kegiatan asusila ya intinya ke sana," Kata Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Wahyu.

4. Berawal dari perkenalan di medsos

Berdasarkan informasi, peristiwa itu berawal dari perkenalan Brigpol Dewi dengan seorang pria di media sosial.

Pria itu mengaku berpangkat Komisaris Polisi (Kompol) di Lampung.

Seiring berjalan waktu keduanya saling intens berkomunikasi.

Mereka pun saling bertukar nomor telepon.

Baca: Nia Ramadhani Kesal, Tampil Begini di London Malah Disebut Karyawan Toko, Sahabat Tak Henti Tertawa

Keduanya pun saling berkirim foto pribadi, termasuk foto selfi seksi milik Brigpol Dewi.

Nahasnya, pria yang mengaku polisi itu ternyata fiktif.

Foto-foto seksi milik polwan tersebut pun di sebar ke media sosial.

Pihak kepolisian kemudian terbang mengecek pria itu ke Lampung.

Setelah didentifikasi, pria yang mengaku polisi itu merupakan narapidana yang sedang ditahan di lembaga permasyarakatan.

Kapolri menilai Polwan punya kelebihan

Sebelumnya Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengaku belum puas dengan jumlah personel Polisi Wanita (Polwan) yang hanya sebanyak 36.595 orang dari total 443.379 polisi atau hanya 8,3 persen.

"Saya pribadi belum puas dengan angka ini. Belum menggambarkan kesetaraan," ujar Tito Karnavian dalam konferensi pers akhir tahun 2018 di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Kamis (27/12/2018).

Baca: Sang Pacar Cium Al Ghazali saat Rayakan Tahun Baru, Begini Reaksi Maia Estianty & Irwan Mussry

Menurut dia, Polwan memiliki banyak kelebihan, di antaranya adalah dekat dengan saksi, korban mau pun tersangka wanita serta dapat kebal budaya koruptif.

Selama 2018, penambahan personel Polwan sebanyak 636 orang yang berasal dari lulusan pendidikan pembentukan Polri pada 2018.

Jumlah tersebut hanya enam persen dari total 10.791 personel lulusan 2018.

Ke depan, ia ingin terdapat kenaikan perekrutan Polwan sehingga prinsip kesetaraan tercapai.

Sementara untuk sistem perekrutan personel secara umum, Kapolri menerapkan kebijakan minimum zero growth, yakni hanya untuk menggantikan personel yang pensiun serta yang dibutuhkan mendesak.

Hal tersebut tampak pada 2018, hanya terdapat penambahan 186 personel, hasil dari lulusan sekolah bentukan Polri dan pengurangan personel yang pensiun, meninggal dunia dan pemberhentian.

Ada pun untuk Polda yang memiliki personel paling banyak adalah Polda Jatim sebanyak 39.498 orang, disusul Polda Jateng 34.310, Polda Jabar 31.463, Polda Metro Jaya 31.246 dan Polda Sumut 20.009. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Polwan Dipecat Karena 'Chat' Porno, Ini Fakta-faktanya

Baca: Mengagumkan Proses Pemindahan Masjid Berusia 600 Tahun, Caranya Dianggap Tak Masuk Akal

Baca: Percaya Kekasih di Kehidupan Lampau Ibu Bapak Ini Nikahkan Anak Kembarnya yang Berusia 6 Tahun

Baca: Deretan Shio Paling Kuat & Pengaruh Besar di Tahun Shio Babi Tanah 2019, Karir Shio Naga Melejit

Baca: Jawab Jujur Status Pernikahan dengan Habib Usman bin Yahya, Postingan Kartika Putri Ini Jadi Sorotan

Editor: asmadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved