Teteh Usulkan Los Pasar Buah Pangkalpinang Dijadikan Panti Pijat, Ini Alasannya

Kalau diperbolehkan saya mengusulkan agar los-los pasar buah ini dijadikan los panti pijat tradisional saja

Teteh Usulkan Los Pasar Buah Pangkalpinang Dijadikan Panti Pijat, Ini Alasannya
Bangkapos/Edwardi
Suasana los pasar buah Kota Pangkalpinang saat ini dijadikan gudang untuk menyimpan barang-barang pedagang. 

BANGKAPOS COM, BANGKA -- Pasar buah Kota Pangkalpinang yang dibangun pada tahun 2013 lalu sampai saat ini belum pernah ditempati para pedagang buah.

Padahal sebelum pasar buah tersebut dibangun Pemkot Pangkalpinang terlebih dahulu melakukan studi banding dengan meniru konsep pasar buah di Kota Bandung.

Hal ini diungkapkan Teteh, pedagang sayuran dan buah kepada Bangkapos.com, Jumat (04/01/2018).

Diakui wanita asal Bandung ini, alasan para pedagang buah tidak ingin menempati los pasar buah ini selain karena ruangannya kecil juga udara di dalam pasar terasa panas karena desainnya tertutup.

"Apalagi saat musim panas udara dalam pasar sangat panas. Udara panas ini menyebabkan buah lebih cepat matang dan mudah rusak," ujarnya.

Dilanjutkannya, dengan desain pasar yang tertutup ini dikhawatirkan para pembeli tidak betah belanja di dalam pasar, sehingga pasar jadi sepi pembelinya.

"Kalau diperbolehkan saya mengusulkan agar los-los pasar buah ini dijadikan los panti pijat tradisional saja untuk melayani para pedagang dan warga yang capek usai bekerja," kata Teteh.

Menurutnya, di kawasan pasar tradisional Kota Bandung juga ada disediakan los-los untuk tukang pijat tradisional dan ramai pengunjungnya, namun bagi yang mengenakan seragam PNS tidak boleh masuk.

"Saya bisa mendatangkan cewek-cewek yang biasa bekerja sebagai tukang pijat, tapi kalau diizinkan Pemkot ya," tukasnya.

Terpisah Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Koperasi (Perindagkop) Kota Pangkalpinang, Akhmad Subekti mengatakan pembuatan pasar buah merupakan kewenangan pejabat yang lama yang dibangun Dinas PUPR Pangkalpinang.

"Pasar buah itu masih aset Dinas PUPR belum diserahkan ke Disperindagkop sampai saat ini," katanya.

Ditambahkan untuk usulan renovasi pasar buah menjadi pasar sayuran dan bumbu dapur sangat bagus, namun yang bisa mengusulkan itu Dinas PUPR.

"Kalau untuk usulan dijadikan los panti pijat sepertinya tidak bisa dipenuhi karena bukan untuk itu peruntukkan kawasan pasar itu," tegasnya. (BANGKAPOS.COM/EDWARDI)

Penulis: edwardi
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved