Hujan Lebat, Rumah Herman Terbakar Disambar Petir , Warga Kotawaringin Padamkan Api Pakai Air Got

Seketika halilintar menghantam bubung rumah setengah permanen, milik Herman. Rumah buruh kebun itu hangus terbakar beserta seisinya

Hujan Lebat, Rumah Herman Terbakar Disambar Petir , Warga Kotawaringin Padamkan Api Pakai Air Got
IST/kiriman Syarli Nopriansyah
Rumah Herman di Desa Kotawaringin Kecamatan Puding Besar Kabupaten Bangka hangus terbakar disambar petir saat hujan lebat melanda, Sabtu (5/1/2019). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Tepat tengah hari, tiba-tiba Dusun Kotawaringin Timur Desa Kotawaringin Kecamatan Puding Besar Kabupten Bangka, diguyur hujan lebat.

Tak hanya itu, angin kencang melanda disertai petir menggelegar. Seketika halilintar menghantam bubung rumah setengah permanen, milik Herman. Rumah buruh kebun itu hangus terbakar beserta seisinya, Sabtu (5/1/2019).

"Kejaian sekitar jam dua belas siang. Waktu itu hujan besar, dan disertai petir. Saat itulah bubung rumah dari seng disambar petir.

Rumah Herman di Desa Kotawaringin Kecamatan Puding Besar Kabupaten Bangka hangus terbakar disambar petir saat hujan lebat melanda, Sabtu (5/1/2019)
Rumah Herman di Desa Kotawaringin Kecamatan Puding Besar Kabupaten Bangka hangus terbakar disambar petir saat hujan lebat melanda, Sabtu (5/1/2019) (IST/Syarli Nopransyah)

Api langsung berkobar membakar dinding papan rumah, hingga menganguskan dinding beton di bagian bawah," kata Kepala Desa (Kades) Kotawaringin, Subarian, Sabtu (5/1/2019).

Untungnya saat kejadian Herman, istri dan dua anaknya tak ada di rumah.

Herman sedang berada di kebun, sedangkan istri dan dua anaknya berada di rumah keluarga mereka di desa yang sama.

"Api membakar seisi rumah, termasuk sebuah sepeda motor merek sporty milik Herman," katanya.

Warga yang mengetahui kebakaran akibat petir, langsung berusaha memadamkan api. Di tengah lebatnya hujan, api masih sulit dipadamkan.

Alhasil sebagian warga menggunakan ember, menampung genangan air di selokan atau got sekitar pemukiman, yang kemudian disiram ke titik api.

"Kami angkut aik got...aikbandar (air selokan) lalu kami siram ke api," katanya.

Halaman
12
Penulis: ferylaskari
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved