Bermula dari 150 Ribu Wanita Asal Bandung Ini Berhasil Pasarkan Sepatunya hingga Singapura

Hanya bermodal Rp 150.000, sisa dari uang jajan kuliah, Eva Putri Mardiani (26), memasarkan sneakers wedges buatannya hingga Singapura

Bermula dari 150 Ribu Wanita Asal Bandung Ini Berhasil Pasarkan Sepatunya hingga Singapura
(KOMPAS.com/RENI SUSANTI)
Hanya bermodal Rp 150.000, sisa dari uang jajan kuliah, Eva Putri Mardiani (26), memasarkan sneakers wedges buatannya hingga Singapura. (KOMPAS.com/RENI SUSANTI) 

“Setiap mengeluarkan desain, saya harus coba dulu sepatunya. Nyaman enggak di kaki, kalau enggak nyaman, saya enggak akan lepas sepatunya. Jadinya beberapa kali juga cari tukang sepatu yang cocok,” ucapnya.

Hingga tahun 2014, ia memiliki bengkel sepatu sendiri. Ia pun secara rutin mengeluarkan model yang sengaja dibuat limited edition untuk dijual langsung ataupun dengan cara purchase order (PO).

“Satu desain hanya 200 pasang sepatu. Sampai sekarang ada ratusan sepatu, tapi yang best seller 30-40 model,” ungkapnya.

Selain desain yang dikeluarkan olehnya, ia pun menerima custom. Sebab, ia sadar ada konsumen seperti dirinya yang ingin beda dari yang lain.

“Keunikan dari sepatuku harus empuk dan nyaman di kaki. Wedges tapi enggak bikin pegal meski dipakai seharian,” ucapnya.

Memasuki tahun 2017, pasarnya meluas. Dari awalnya hanya anak kuliahan, kini menyasar perempuan berhijab.

“Sekarang lagi musim pakaian syari. Sneakers wedges ini akan sangat membantu. Tetap nyaman digunakan seharian, bahkan tidak khawatir saat menggendong anak,” tuturnya.

Saat ini, 95 persen pemasaran produk Eva melalui Instagram. Ia sedang merancang untuk masuk e-commerce.

“Harganya dari Rp 250.000 sampai Rp 400.000-an. Peminat paling banyak Jabodetabek, Makassar, Jambi, dan Riau,” kata UMKM binaan BJB ini.

Baca: Terlibat Prostitusi Online dari Sini Sumber Pabrik Uang Vanessa Angel

Selain dalam negeri, produknya banyak diminati warga Malaysia dan Singapura. Bahkan mereka kerap memesan lagi alias repeat order. “Saya juga selalu mencoba berinteraksi dengan pembeli. Saya bertanya, bagaimana sepatunya, apa yang kurang. Ini dilakukan agar produk saya semakin baik,” tuturnya.

Halaman
123
Editor: zulkodri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved