Berawal Beli Mesin Jahit Bekas, Karya Hatta Hingga ke Singapura

Bermodalkan kemampuan menjahit yang dipelajarinya secara otodidak, ia selalu kebanjiran pesanan.

Berawal Beli Mesin Jahit Bekas, Karya Hatta Hingga ke Singapura
pos belitung
Muhammad Hatta menunjukkan tanjak hasil karyanya di rumah produksinya di Desa Batu Itam, Kecamatan Sijuk, Minggu (6/1). 

Laporan wartawan Pos Belitung, Adelina Nurmalitasari

BANGKAPOS.COM, SIJUK - Usianya baru menginjak 21 tahun, namun berbagai hasil karyanya sudah pernah ditampilkan pada pameran-pameran yang diadakan di Solo, Jakarta, Palembang, Lampung, hingga Singapura.

Karyanya berupa kerajinan seperti suvenir dan gantungan kunci, hingga tanjak atau ikat kepala khas Melayu, baju adat, keminangan atau tapak sirih serta tudung saji.

Bermodalkan kemampuan menjahit yang dipelajarinya secara otodidak, ia selalu kebanjiran pesanan membuat kerajinan baju hingga tanjak. Ia juga rutin menerima pesanan menjahit dari langgananya. Bahkan kini ia juga mengembangkan usaha penyewaan hantaran hingga paketan peralatan makan bedulang.

Pemilik Sanggar Seni Rumah Hatta Kabong ini rupanya mulai tertarik menjahit sejak duduk di bangku SMP, sekitar usia 15 tahun. Hatta remaja bahkan membeli mesin jahit bekas dari hasil tabungannya sendiri.

"Mesinnya lah hitam. Tapi dak nak dijual, itulah saksi bisu perjalanan Hatta," katanya sembari tertawa saat ditemui Pos Belitung di rumah produksinya, Desa Batu Itam, Kecamatan Sijuk, Minggu (6/1).

Sudah sering menerima pesanan menjahit hingga membuat kerajinan, Hatta pun terbiasa mandiri. Bahkan sejak duduk di bangku SMANegeri 2 Tanjungpandan, ia sudah bisa membiayai diri sendiri.

Baca berita selengkapnya di edisi cetak Harian Pos Belitung edisi Senin, 7 Januari 2019. (*)

Penulis: Adelina Nurmalitasari
Editor: tidakada010
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved