Breaking News:

Curhatan Orangtua Mahasiswa Babel di Taiwan dari Beli Sejadah Hingga Takut Dipulangkan ke Indonesia

Ia menyebutkan, bahkan anaknya sudah enggan pulang ke Babel. Lantaran sudah nyaman kuliah sambil

bangkapos/hendra
Pertemuan orangtua Mahasiswa Babel melakukan pertemuan di LPMP, sekaligus mengklarifikasi kondisi anaknya di Taiwan, Senin (7/1/2019). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Orangtua mahasiswa asal Bangka Belitung yang kuliah di Taiwan, Bowo mengatakan beredarnya rumor kerja paksa dan makanan yang non halal menyebabkan anak-anak mereka takut akan dipulangkan ke Babel sebelum studinya selesai.

"Anak saya takut suruh balik sebelum selesai pendidikan, karena banyaknya informasi yang seperti ini," kata Bowo dalam pertemuan orang tua mahasiswa Babel di LPMP Babel, Senin (7/1/2018).

Bowo menyampaikan menjalani pendidikan di luar negeri, orangtua jangan sepenuhnya percaya pada anak. Namun, juga harus mengkrocek melalui teman-teman.

"Jangan hanya nomor telpon anak kita yang kita punya, tapi tanya juga nomor hp temannya.

Ada anak yang hobi jalan-jalan, ada yang bolos. Tapi, itu hanya untuk anak-anak yang tidak bisa disiplin dan tidak mau bekerja keras," katanya.

Hal ini diamini orangtua lain yang hadir dengan memberikan tepuk tangan. Ia menyebutkan, orangtua harus intens berkomunikasi dengan anak-anak.

Orangtua lainnya, Novriadi yang anaknya Shing Wu University sudah menjalani semester dua dan magang di Shopee.

Ia menyayangkan, adanya informasi beredar ini padahal tidak sesuai dengan yang dialami anaknya.

"Magang di Shoope, kalau dulu dia di bagian packing, sekarang di por clip, jadi mereka ini diganti-ganti bidangnya, biar pengalaman magang ini banyak," katanya.

Ia menyebutkan, bahkan anaknya sudah enggan pulang ke Babel. Lantaran sudah nyaman kuliah sambil magang. Bahkan, disela-sela waktu kosong anaknya memilih untuk lembur.

Halaman
12
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved