Breaking News:

Jangan Selfie di Tempat Ini, Tujuh Ekor Induk Buaya Siap Memangsa

Sekitar tujuh ekor predator bergigi gergaji ukuran besar, sejak lama menjadi penghuni kolong atau atau danau itu.

Penulis: Fery Laskari | Editor: khamelia

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Sejauh mata memandang, terlihat genangan air luas membentang. Kubangan raksasa tersebut sudah ada sejak dulu, sisa penambangan timah. Orang- orang biasanya menyebut tempat ini Kolong Kusam Belinyu. Sepintas, cocok untuk dijadikan tempat swafoto atau selfie, karena kolong ini cukup menebar pesona.

Namun berhati-hatilah, karena tempat itu merupakan sarang buaya. Sekitar tujuh ekor predator bergigi gergaji ukuran besar, sejak lama menjadi penghuni kolong atau atau danau itu.

Tampak seekor induk buaya dari kejauhan berada di bibir Kolong Kusam. Keberadaan buaya ini berhasil diabadikan oleh Warga Belinyu, beberapa waktu lalu.

buaya 1
(IST/Kiriman Warga Belinyu)

Belum lagi buaya ukuran kecil, mungkin jumlahnya tak terhitung secara pasti. Buaya ini biasanya bertelur di daratan pasir penuh semak belukar bibir kolong.

Predator di Kolong Kusam, dulu kabarnya pernah menyerang pekerja tambang beberapa tahun silam. Pekerja tambang tersebut mengelami luka robek di tubuhnya, namun berhasil menyelamatkan diri. Walau belum ada korban jiwa atau korban manusia yang mati diterkam, namun buaya Kolong Kusam patut diwaspai.

"Buaya di Kolong Kusam ini ukurannya cukup besar. Dulu pernah ada orang, pekerja tambang disambar buaya, luka robek namun selamat, beberapa tahun silam. Tak hanya itu, sudah banyak hewan peliharaan, termasuk sapi, jadi korban mangsa buaya ini," kata Warga Belinyu kepada Bangka Pos, Senin (7/1/2019).

Kolong tersebut memilki kedalaman bervariasi. Namun titik terdalam bisa mencapai lebih 20 meter. Hanya bibir kolong yang dangkal, ditumbuhi tanaman air, jenis purun atau rumput liar, padang pasir sisah limbah penambangan. Kolong ini berada persis di tepi jalan tanah puruh, biasa dilintasi mobil, motor atau pejalan kaki. Lokasinya berada hanya beberapa ratus meter dari Kantor Camat Belinyu.

"Kami berharap ada upaya pemerintah jangan sampai buaya di sini menelan korban. Sebaiknya buaya itu dipidahkan ke tempat penakaran saja. Hewan ternak, termasuk sapi banyak yang hilang dimangsa buaya. Ingin rasanya kita tembak mati buaya itu, tapi takut melanggar hukum," kata warga ini mengaku sering bertemu buaya tersebut di daratan tepi kolong.

Plt Camat Belinyu, Restu dikonfirmasi Bangka Pos, Senin (7/1/2019) mengakui, Kolong Kusam dihuni kawanan buaya. Kabar yang ia dengar dari warga, diketahui sedikitnya ada tujuh ekor induk buaya ukuran besar hidup di kolong tersebut. "Menurut warga disini (Belinyu) ada sekitar tujuh ekor buaya ukuran besar hidup di Kolong Kusam, itu tidak termasuk anak-anak buaya yang masih kecil," kata Restu tak menyebut secara pasti total jumlahnya.

Diakui Restu, Pemerintah Kecamatan Belinyu sudah melakukan berbagai upaya agar buaya tersebut tak memangsa manusia. Upaya yang dimaksud, antara lain memasang spanduk ukuran tiga meter, bertulisan imbauan agar warga jangan mendekati bibir kolong.

"Ada dua sepanduk ukuran tiga meter kita pasang di sisi kiri kanan jalan dekat kolong yang berbunyi larangan bagi warga, agar jangan mendekati bibir kolong. Kita juga tulis di spanduk, imbauan hati-hati ada buaya," kata Restu berharap, kawanan buaya tersebut tak menyerang manusia.(ferylaskari)

Kepsen Photo: Tampak seekor induk buaya dari kejauhan berada di bibir Kolong Kusam. Keberadaan buaya ini berhasil diabadikan oleh Warga Belinyu, beberapa waktu lalu. (IST/Kiriman Warga Belinyu).

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved