Breaking News:

Kumpulkan Orangtua Mahasiswa Babel Kuliah di Taiwan, Kadisdik Babel Dengarkan Masukan

Kita menyampaikan dan menenangkan orangtua memberitahu seperti apa yang sebenarnya. Orangtua ini

Bangka Pos/Krisyanidayati
Pertemuan orangtua mahasiswa di LPMP Babel 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, M. Soleh mengatakan adanya pertemuan orangtua mahasiswa Babel yang kuliah di Taiwan ini agar dapat memberikan informasi yang benar terkait rumor yang beredar tentang kerja paksa dan mengkonsumsi makanan yang tidak halal.

Soleh menyampaikan, pemprov Babel memfasilitasi pengiriman mahasiswa untuk memastikan dan memberikan perlindungan bagi para mahasiswa yang mengikuti program kuliah magang.

"Kita menyampaikan dan menenangkan orangtua memberitahu seperti apa yang sebenarnya. Orangtua ini kan paling tau kondisi anak-anaknya, karena mereka tiap hari berkomunikasi.

Kalau anak-anak punya keluhan pasti menyampaikan ke orangtua. Tapi ini memang tidak benar informasi yang beredar," kata Soleh usai menggelar pertemuan dengan orangtua mahasiswa Babel di Taiwan, di Aula LPMP Babel, Senin (7/1/2018).

Ia menyebutkan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Kantor Dagang Ekonomi Indonesia (KDEI) dan Teto dan memang tidak benarnya adanya kerja paksa dan mengkonsumsi makanan yang tidak halal.

"Ini juga menjadi ajang sharing dan silahturahmi orangtua mahasiswa, sekarang sudah punya grup WA Silahturahmi Orangtua Taiwan disinilah mereka bisa sharing dan berbagi informasi, dan tidak mudah percaya dengan informasi yang tidak jelas kebenarannya," katanya.

Ia menyebutkan, mahasiswa Babel yang kuliah di Taiwan sudah terdaftar di KDEI dan menggunakan visa belajar, sehingga kalau terjadi apa-apa akan mendapatkan penanganan.

"Anak-anak kita ini legal dari mereka masih di Bangka mereka sudah tau masuk kampus mana dan jurusan apa, bukan melalui calo seperti yang beredar. Mereka langsung ke kampusnya ada tes nya," ujarnya.

Kalau untuk kurikulum dan sistem perkuliahan maupun magang, pihaknya tidak bisa mengintervensi pasalnya ini kewenangan kampus masing-masing.

Diketahui ada 294 mahasiswa Babel yang mengikuti program magang dan kuliah di empat universitas di Taiwan.

"Untuk mata pelajaran, bahasa Mandarin, maka penekanan tahun pertama, bahasa dulu sebagai bahasa sebagai pengantar.

Beasiswa hanya tahun pertama, tahun kedua dan seterusnya bayar, ini sudah disampaikan sejak awal. Kami memfasilitasi anak-anak yang kita mau kesana, disana memang bayar kuliahnya tapi ini bisa ditutupi dari magang karena mereka digaji," katanya.

"Apa yang disampaikan hari ini, nanti akan kami komunikasikan dengan pihak yang disana agar lebih baik. Kita doakan anak-anak kita bisa belajar dengan tenang mereka sehat," kata Soleh. (BANGKAPOS.COM/Krisyanidayati).

Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved