Warga Ngeluh Selalu Jadi Langganan Banjir

ampung Air Asin yang berada di sekitar pusat keramaian kota Pangkalpinang, tepatnya berada di kawasan Pasir Putih, selalu menjadi langganan banjir.

Warga Ngeluh Selalu Jadi Langganan Banjir
bangkapos/resha juhari
Banjir Akibat Luapan Air Sungai di Kampung Air Asin, Kota Pangkalpinang 

BANGKA POS.COM, BANGKA--Kampung Air Asin yang berada di sekitar pusat keramaian kota Pangkalpinang, tepatnya berada di kawasan Pasir Putih, selalu menjadi langganan banjir akibat luapan air sungai Rangkui dan Sungai Pedindang.

Banjir kembali terjadi, Senin (7/1) di kawasan yang rata-rata berumah panggung. Kondisi air hanya sebetis orang dewasa. Namun, banjir akibat luapan ini terjadi setiap tahun terlebih saat musim air pasang. Warga disana seolah-olah sudah terbiasa dengan kondisi banjir yang dialami. 

Ketua RT Perkampungan Air Asin, Kurnia mengatakan beberapa waktu yang lalu, pernah ada proyek pengerukan sungai dan telah dilakukan dam sungai untuk menghindar terjadinya pendangkalan. Namun, itu tidak memberi solusi dan banjir akibat luapan sungai masih tetap terjadi.

"Ini masih belum tinggi airnya, biasanya sepinggang saya dan masuk ke dalam rumah. Ya harapan kami selaku warga disini, tolong diperhatikanlah bagaimana kampung kami ini," katanya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Pangkalpinang Suparlan menjelaskan, banjir akibat luapan sungai yang merendam kawasan Kampung Air Asin, Kelurahan Pasir Putih, Senin (7/1) pagi kemarin terjadi karena pasang sedang tinggi. Akibatnya Sungai Rangkui penuh dan luapan air di kawasan tersebut tak bisa surut.
"Itu kaitannya erat dengan sungai utama, Sungai Rangkui itu. Kalau sungai itu penuh, saluran di Air Asin ikut tergenang," kata Suparlan, Senin (7/1).

Menurut Suparlan, hingga Februari 2019 ini air laut akan terus pasang tinggi. Namun, dia mengklaim genangan tidak akan berlangsung lama.
"Kalau Sungai Rangkui surut, dia otomatis surut," ucapnya.

Suparlan menambahkan kawasan tersebut memang susah untuk terbebas dari banjir.

"Soalnya kalau Sungai Rangkui penuh, airnya tidak bisa lari ke mana-mana. Kalau Sungai Rangkui surut, dia juga akan surut. Memang bulan 12 sampai bulan dua nanti air ini kan pasang tinggi terus. Di sana itu saluran sekundenya sudah kami benahi, Sungai Rangkui itu terus kami maintenence," kata Suparlan. (deq)

Berita selengkapnya baca Edisi Cetak Bangka Pos, Selasa, 8 Januari 2019, Hal 13

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: tidakada013
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved