Ditetapkan Jadi Tersangka, Kepala DLH Bateng Belum Ditahan Kejari Bateng, Ini Alasannya

Izhar mengatakan, tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lainya, selain satu tersangka yang telah

Ditetapkan Jadi Tersangka, Kepala DLH Bateng Belum Ditahan Kejari Bateng, Ini Alasannya
bangkapos/riki
Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Bateng Izhar (paling kanan), sedang berbincang dengan Kasi Pidum Agus(paling kiri) dan jajaranya, foto diambil Selasa, (8/1/2018) siang. 

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Pihak Kejaksaan Negeri Kabupaten Bangka Tengah, saat masih terus melakukan penyidikan terhadap perkembangan kasus dugaan korupsi pada, proyek pembangunan taman keanekaragaman hayati (kahati) yang berada di kawasan hutan kayu Pelawan Desa Namang, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah.

Kasus ini telah menyeret Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangka Tengah Ali Imron, yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Bangka Tengah sejak 15 November 2018 lalu,

namun hingga kita belum dilakukan pemeriksaan atau penahanan oleh pihak Kejaksaan.

Berdasarkan data yang didapat, pembangunan taman kahati itu sendiri ialah, proyek pembuatan taman dan penambahan sejumlah fasilitas seperti camping ground dengan nilai kontrak proyek sebesar Rp 1,48 miliar dari dana DAK.

Pada tahun 2016 dikucurkan anggaran itu dengan nomenklatur pembangunan taman fasilitas camping ground, toilet, gazebo di dalam kawasan hutan tersebut.

Kasi Pidsus Kejari Bangka Tengah, Izhar mengatakan bahwa saat pihaknya masih melakukan penyidikan (dik) terhadap kasus tersebut, menurutnya proses saat ini masih berlanjut.

"Perkembangan sekarang proses penyidikan (dik), saat ini proses hukumnya masih berlanjut,"jelas Izhar kepada wartawan, Selasa (8/1/2019) di tempat kerjanya.

Izhar mengatakan, tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lainya, selain satu tersangka yang telah ditetapkan oleh pihak Kejaksaan.

"Semua itu kemungkinan tetap ada, sesuai dengan situasi kedepan dan proses hukum, itu tidak menutup kemungkinan ada tersangka lainya,"katanya

Disinggung, kapan akan dilakukan pemanggilan kembali, terhadap Ali Imron yang telah ditetapkan sebagai tersangka, ia mengatakan masih proses.

"Kita sudah sepakat sudah komit dengan pengacaranya sendiri, bahwa apa yang penyidik butuhkan mereka tetap memenuhinya, dan alat bukti sudah lengkap ada pada kita, sejauh ini kita nilai masih kooperatif,"lanjutnya

Sementara, sebelumnya penasehat Hukum tersangka, Ade Putra Daniswara, sempat menyampaikan bahwa klienya tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka, sesuai dengan sprindik dari Kepala Kejaksaan Bangka Tengah tertanggal 15 November, dan pihaknya juga saat ini akan mengikuti jalannya proses penyidikan dulu dengan kooperatif oleh pihak kejaksaan.(*)

Penulis: Riki Pratama
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved