Realisasi Pendapatan Pajak Daerah Over Target Tapi Retribusi Tak Capai Target 


PAD masih didominasi dari pajak daerah sebesar Rp 786.458.740.420,08, yang terdiri dari Pajak Kendaraan

Realisasi Pendapatan Pajak Daerah Over Target Tapi Retribusi Tak Capai Target 

Bangka Pos/Krisyanidayati
Kepala Badan Keuangan Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ferry Afriyanto. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakuda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,  Ferry Afriyanto mengatakan realisasi Pendapatan Asli Daerah tahun 2018 mencapai Rp 845.707.875,241,81 dari target Rp 789.629.819,87.

Ferry menjelaskan PAD Babel bersumber dari  
pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, dan lain-lain PAD yang sah.

PAD masih didominasi dari pajak daerah sebesar Rp  786.458.740.420,08, yang terdiri dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) terealisasi Rp 208.664.552.948,

Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) Rp 230.410.242.975, Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBB-KB) Rp265.482.395.526,  Pemanfaatan Air Permukaan Rp 9.407.263.998,08 dan pajak rokok Rp72.494.284.973.

"Untuk pendapatan dari pajak daerah melebihi target 17,38 persen," kata Ferry, Selasa (8/1/2018).

Sedangkan untuk Retribusi Daerah baru diperoleh Rp 6,357.307.922,00 dari target Rp 16.438.195.604,87.

Retribusi daerah ini terdiri dari retribusi jasa umum sebesar Rp 2.053.055.500,00. Retribusi Jasa Usaha Rp 3.077.363.846,00 dan Retribusi Perizinan Tertentu sebesar Rp 776.888.576,00.

Ferry menjelaskan ada beberapa faktor yang menyebabkan target PAD dari retribusi daerah tidak tercapai, salah satunya perda yang baru diselesaikan pada triwulan keempat.

"Perda Rertribusi ini baru disahkan pada triwulan IV, sehingga ini perlu sosialisasi kepada masyarat untuk mengetahui ini.

Tahun 2019 ini OPD terkait yang dapat menarik retribusi harus lebih masksimal lagi dalam memperoleh retribusi," katanya.

Ia mencontohkan, untuk peta di ESDM semula pihaknya menargetkan Rp 9,7 miliar dari cetak peta. Namun ini tidak terealisasi lantaran banyak IUP yang tidak aktif.

"ESDM target kita Rp 9,7 miliar, tapi diperjalanan waktu ada telaah perizinan yang ada di Babel terkait IUP memang banyak, tapi yang aktif operasional sangat kecil tidak sampai 40 persen dari yang kita targetkan seluruh IUP," katanya.

Sedangkan untuk hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan mencapai Rp 5.114.092.291,88.

Untuk Lain-lain PAD yang sah realisasinya mencapai Rp 47.777.734.580,85.

"Ada juga pendapatan dari hasil aset daerah yang tidak dipisahkan Rp 2,1 miliar, jasa Giro Rp 5,4 miliar, bunga deposito Rp 6,1 milar, tuntutan ganti rugi Rp 123 juta, pendapatan denda pajak Rp 13,1 miliar," jelas Ferry. (BANGKAPOS/Krisyanidayati)

Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved