Pasar Jalan Irian Contoh Pembangunan di Pangkalpinang yang Terjadi Tanpa Desain

Saya khawatir bila tidak dirancang saat ini, maka Pangkalpinang ke depan makin kumuh, karena itu perlu ditata

Pasar Jalan Irian Contoh Pembangunan di Pangkalpinang yang Terjadi Tanpa Desain
Bangkapos/Edwardi
Ketua Pansus 6 DPRD Kota Pangkalpinang, Muhammad Rusdi. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Ketua Pansus 6 DPRD Kota Pangkalpinang, Muhammad Rusdi mengatakan kawasan pasar induk Kota Pangkalpinang saat ini sudah over load (kelebihan muatan, red).

"Karena itu dalam PK atau revisi Perda Nomor 1 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Pangkalpinang Tahun 2011-2030 harus mampu menjawab dan mengharapkan ada alternatif pembangunan pengembangan pasar ke depan," kata Rusdi di Kantornya, Rabu (09/01/2019).

Diungkapkannya, salah satu wilayah yang ada bahwa pengembangan Kota Pangkalpinang ke depan hanya bisa dilakukan ke arah Pangkalpinang sebelah Barat.

"Karena itu hal ini harus dimunculkan dan ditata atau by design dari sekarang.

Saya khawatir bila tidak dirancang saat ini, maka Pangkalpinang ke depan makin kumuh, karena itu perlu ditata secara komprehensif," ujarnya.

Dicontohkannya, pembangunan tanpa desain yang terjadi di Pangkalpinang, seperti Pasar Irian di Kampung Asam Pangkalpinang.

"Pemkot harus mampu menjawab bagaimana mengatasi persoalan Pasar Irian ini," tegasnya

Diakuinya, memang pansus sangat mengharapkan setiap kecamatan di Pangkalpinang memiliki pasar dalam rangka menjaga kesinambungan pembangunan yang ada di Kota Pangkalpinang.

"Pasar Irian itu bukan pasar, karena dalam renstra atau desain pembangunan Kota Pangkalpinang tempat itu bukan untuk pasar tapi jalanan.

Pasar itu terbentuk dengan sendirinya tanpa by design karena ada aktifitas jual beli masyarakat disitu, lama kelamaan akhirnya membesar menjadi pasar," imbuhnya.

Dilanjutkannya, karena timbul tanpa by design inilah sehingga harus diatur dengan baik. Hal inilah yang jadi kendala pansus dalam rangka revisi atau PK perda RTRW ini. 

"Saat ini kita membahas Raperda Kota Pangkalpinang tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kota Pangkalpinang Nomor 1 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Pangkalpinang Tahun 2011-2030. Jadi ini merupakan revisi atau PK (peninjauan kembali) pertama terhadap RTRW Kota Pangkalpinang," kata Rusdi.(BANGKAPOS.COM/EDWARDI)

Penulis: edwardi
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved