Petugas RSJ Terbatas, Sehari Ratusan Peserta CPNS Ikut Pemeriksaan Kesehatan Jiwa

Kemarin kami bisa sampai jam 17.00 WIB banyak peserta ikut sehari bisa mencapai 200 orang tapi sekarang

Petugas RSJ Terbatas, Sehari Ratusan Peserta CPNS Ikut Pemeriksaan Kesehatan Jiwa
(ist/humas rsjd babel)
Direktur Utama Rumah Sakit Jiwa Daerah Babel Heru Effendi melakukan pemotongan tumpeng saat peringatan Hari Kesehatan Jiwa, Kamis (4/10/2018) di RSJD Babel. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Direktur Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Heru Effendi menjelaskan untuk pemeriksaan kesehatan jiwa terhadap para peserta yang lulus tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) ada mekanisme dan prosedur yang harus dilewati sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, untuk pemeriksaan kesehatan jiwa dengan kesehatan fisik berbeda.

Para peserta yang mengikuti pemeriksaan kesehatan jiwa harus mengikuti tes Minnesota Multiphasic Personality Inventor (MMPI).

Mereka harus menjawab pertanyaan tertulis yakni sebanyak 556 pertanyaan. Selain itu juga ada wawancara khusus untuk mengetahui kejiwaan peserta tersebut oleh psikiater.

"Untuk menjawab pertanyaan ini butuh waktu sekitar dua jam. Kalau mengalami gangguan kejiwaan peserta bisa jawab lebih dari dua jam.

Terus ada wawancara paling tidak setengah jam. Untuk mengetahui hasilnya juga perlu waktu," ungkap Heru saat dikonfirmasi bangkapos.com, Rabu (9/1/2018).

Diakuinya petugas di RSJD Babel terbatas sedangkan untuk peserta yang lulus tes CPNS, mengikuti pemeriksaan kesehatan jiwa ini sangat banyak bahkan bisa mencapai ratusan orang. 

"Kemarin kami bisa sampai jam 17.00 WIB banyak peserta ikut sehari bisa mencapai 200 orang tapi sekarang sudah mulai berkurang," kata Heru.

Hasil pemeriksaan kesehatan jiwa ini dikatakannya, bisa selesai dalam sehari bisa juga besoknya karena banyaknya peserta yang ikut pemeriksaan kesehatan jiwa tersebut.

Dia mengingatkan untuk pemeriksaan kesehatan jiwa para peserta tidak boleh  menjawab asal-asalan ataupun main-main, harus serius karena menentukan hasil pemeriksaan kesehatan jiwa seseorang.

"Seperti caleg yang ikut pemeriksaan kesehatan jiwa mereka banyak yang jawab asal-asalan tidak bisa seperti itu, banyak yang kita pulangkan hasilnya. Mereka pikir hanya sebatas formalitas," ungkap Heru.

Namun sejauh ini ia belum bisa memastikan ada tidaknya peserta yang mengalami gangguan kejiwaan karena belum menerima laporan dari dokter yang melakukan pemeriksaan kesehatan kejiwaan. (BANGKAPOS /NURHAYATI)

Penulis: nurhayati
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved