TPA Regional Pulau Bangka Butuh Lahan 40 Hektar, Ini Alasannya

TPA Regional butuh lahan sekitar 40 hektar karena kedepan bukan hanya untuk TPA saja. Nanti Zona

TPA Regional Pulau Bangka Butuh Lahan 40 Hektar, Ini Alasannya
Bangka Pos/Krisyanidayati
Kepala Satker Pengembangan Sitem Penyehatan Lingkungan Permukiman Babel, Kementrian PUPR Miarka. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepala Satker Pengembangan Sitem Penyehatan Lingkungan Permukiman Babel, Kementrian PUPR Miarka mengatakan untuk membangun Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional dibutuhkan lahan sekitar 40 hektar.

Miarka menjelaskan, saat ini untuk Pulau Bangka khususnya kota Pangkalpinang memang sudah sangat membutuhkan TPA regional, lantaran TPA yang ada saat ini yakni TPA Parit Enam sudah melebihi kapasitas dengan pasokan sampah minimal 150 ton/hari.

Lebih lanjut, ia menyampaikan Pangkalpinang yang memiliki keterbatasan lahan, harus bekerjasama dengan kabupaten terdekat yang semula akan dibangun di Bangka Tengah di Desa Jelutung,

tetapi terkendala ada penolakan dari masyarakat sehingga tidak bisa dilanjutkan untuk studi kelayakan.

"TPA Regional butuh lahan sekitar 40 hektar karena kedepan bukan hanya untuk TPA saja. Nanti Zona penimbunan itu ada ditengah yang luasannya 10-20 hektara. 20 hektar lagi untuk penyangga hijau ecogreen. Jadi  masyarakat sekitar tidak terganggu karena nantinya ini juga bisa sarana edukasi," katanya, Rabu (9/1/2019).

Ia menyebutkan, dari beberapa alternatif lokasi yang diajukan pihaknya akan melakukan kajian untuk kesesuaian pembangunan TPA.

Setelah dibangun oleh kementerian nanti TPA ini harus dikelola oleh pemerintah provinsi karena lintas kabupaten/kota.

Dibangunnya TPA regional juga harus disiapkan sistem, pengelola, dan tanggungjawab bersama agar fungsi TPA Regional betul-betul maksimal.

Ia menjelaskan, sampah yang nantinya dibuang ke TPA Regional merupakan residu bukan seperti TPA yang ada saat ini. Sampah yang masuk ke TPA Regional yang betul-betul tidak bisa diolah lagi.

"Sampah yang banyak ini kan yang organik, makanya diperlukan pemisahan dulu sebelum dibawa ke TPA Regional, karena yang dibawa kesana itu tinggal residu. Nanti ini bisa melibatkan masyarakat sekitar untuk mengolah bahan bekas ini menjadi bernilai jual," ujarnya. (BANGKAPOS.COM/Krisyanidayati)

Penulis: krisyanidayati
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved