Gara-gara Kecanduan Ini Komplotan Bocah Nekat Mencuri di Kawasan Selindung

Dua kali melakukan aksi pencurian dan berhasil menggasak uang tunai senilai Rp 8 juta, dua unit handphone

Gara-gara Kecanduan Ini Komplotan Bocah Nekat Mencuri di Kawasan Selindung
Bangkapos/Ira Kurniati
Keempat bocah laki-laki berinisial RY (12), ES (13), RI (12) dan GF (12), yang melakukan aksi pencurian di kawasan Selindung, 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Komplotan bocah laki-laki yang diciduk akibat mencuri di sebuah rumah di kawasan Selindung, Pangkalpinang, hanya tertunduk malu di mapolsek Tamansari, Kamis (10/1/2019).

Aksi nekat ini dilakukan keempatnya, lantaran kecanduan sebuah aplikasi game online, sehingga membutuhkan uang untuk sekali bermain di sebuah warung internet (warnet). Keempat bocah tersebut yakni berinisial RY (12), ES (13), RI (12) dan GF (12). 

Dua kali melakukan aksi pencurian dan berhasil menggasak uang tunai senilai Rp 8 juta, dua unit handphone dan lima unit tabung gas berukuran 3 kilogram. Uang tersebut kemudian dibagi hasil oleh keempat pelaku dan digunakan untuk bermain game online di warnet

"duitnya dibagi-bagi ke mereka. Ada yang sejuta atau sejuta lebih. Saya pakai untuk main game di warnet." akui RY saat ditemui bangkapos.com, Kamis (10/1/2019). 

RY mengaku, kesehariannya memang kerap dihabiskan di warnet lantaran kecanduan permainan tersebut.

Dirinya juga sering tidak masuk sekolah akibat hal ini. Bersama ketiga temannya itu, mereka nekat melancarkan tindak kejahatan dengan alat bantu berupa linggis untuk mencungkil pintu rumah korban. 

Sedangkan GF, mengaku menyesali perbuatan yang dilakukannya bersama ketiga teman sepermainan itu. "nyesal saya gak mau lagi. Saya jera." katanya. 

Kapolsek Tamansari, AKP Junaidi, mengatakan, komplotan bocah ini dua kali melakukan aksi pencurian dalam waktu kurang dari seminggu.

Yakni pada tanggal 26 dan 29 Desember 2018 lalu, ketika pemilik rumah sedang tidak berada ditempatnya. 

"Uang senilai Rp 8 juta kini sudah habis terpakai untuk permainan online tersebut." jelas AKP Junaidi. 

Keempat anak laki-laki ini diupayakan melalui diversi, mengingat pelaku masih berada dibawah umur.

Polisi pun memfasilitasi untuk pihak korban dan keluarga pelaku, apabila menempuh upaya mediasi. 
(Bangkapos/irakurniati)

Penulis: Ira Kurniati
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved