Kesal BBM Solar Nelayan Langka, Sekelompok Warga Demo Kantor Pertamina

Sekelompok anak muda yang mengaku keluarga para nelayan Sukadamai, Toboali saat tiba di kantor Depo

Kesal BBM Solar Nelayan Langka, Sekelompok Warga Demo Kantor Pertamina
Bangkapos/Ryan Agusta
Regor selaku koordinator aksi demo mencoba menjelaskan maksud kedatangan ia bersama rekannya di kantor Pertamina TBBM Pangkal Balam di hadapan petugas keamanan (satpam) Pertamina setempat. 

BANGKAPOS.COM,BANGKA - Lantaran merasa dirugikan atau kesulitan dalam hal perolehan jatah bahan bakar minyak (BBM) di stasiun pengisian bahan bakar nelayan Agen Penyalur Minyak Subsidi (APMS) Payak Ubi Sukadamai, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka sekelompok anak muda, Kamis (10/1/2019) siang mendatangi kantor Pertamina Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pangkal Balam, Kota Pangkalpinang.

Sekelompok anak muda yang mengaku keluarga para nelayan Sukadamai, Toboali saat tiba di kantor Depo Pertamina Pangkal Balam sekitar pukul 14.00 WIB langsung menggelar aksi demo tepat di halaman depan kantor Pertamina setempat.

Seorang dari pendemo, Regor saat itu sempat melakukan orasi namun singkat lantaran aksi sekelompok pendemo dicegah oleh petugas keamanan atau security Pertamina Pangkal Balam.

"Kami datang ke sini (Depo Pertamina Pangkalpinang -- red) ingin menyampaikan aspirasi untuk menuntut hal kami pak," teriak Regor menggunakan pengeras suara di hadapan dua orang petugas keamanan.

Dalam orasinya pun Regor sempat mengaku jika persoalan di desanya (Sukadamai) saat ini diduga sedang terjadi penyimpangan BBM subsidi jenis solar untuk para nelayan di SPBN 260212 desa setempat.

Selain itu Regor di hadapan petugas keamanan mengaku jika akhir-akhir ini sebagian nelayan di desanya sulit memperoleh BBM jenis solar lantaran pihaknya menduga di APMS setempat telah terjadi kecurangan atau penyimpangan yang dilakukan oleh segelintir oknum,

sehingga para orang tua mereka selaku nelayan saat ini kesulitan memperoleh jatah solar dari APMS setempat.

Aksi demo saat itu sempat tertahan oleh petugas keamanan Pertamina justru membuat Regor semakin keras menyampaikan aspirasinya lantaran petugas keamanan Depo Pertamina Pangkal Balam awalnya sempat mempertanyakan soal aksi demo mereka yang dianggap tak ada pemberitahuan kepada pihak kepolisian.

"Kami sudah mengirimkan surat kepada pak gubernur kapolda dan kapolres Bangka Selatan termasuk Pertamina pun sudah kami kasih tapi di SPBN Sukadamai terjadi penyimpangan oleh oknum-oknum," ungkap Regor.

Meski berulang kali Regor meyakinkan maksud kedatangan pihaknya ke kantor Pertamina saat itu namun petugas keamanan tetap terus berupaya menahan aksi demo sekelompok pemuda itu dengan alaasan pendemo tak ada pemberitahuan kepada pihak kepolisian.

Halaman
12
Penulis: ryan augusta
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved