Pemprov Babel Lega Kemenristek Dikti Sudah Dapat Surat Resmi dari Kementerian Pendidikan Taiwan

Kementerian pendidikan Taiwan telah mengirimkan surat resmi tidak adanya kerja paksa dan konsumsi makanan yang tidak halal.

Pemprov Babel Lega Kemenristek Dikti Sudah Dapat Surat Resmi dari Kementerian Pendidikan Taiwan
Bangka Pos/Krisyanidayati
Sekda Babel, Yan Megawandi. 

BANGKAPOS.COM  - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama DPRD Babel melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek Dikti) terkait maraknya isu kerja paksa dan mengkonsumsi makanan yang tidak halal bagi mahasiswa Babel yang mengikuti program Industry-Academia Collaboration di Taiwan, Kamis (10/1/2019).

Sekda Babel, Yan Megawandi mengatakan dalam pertemuan itu, Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristek Dikti, Ismunandar menjelaskan bahwa kementerian pendidikan Taiwan telah mengirimkan surat resmi tidak adanya kerja paksa dan konsumsi makanan yang tidak halal.

"Kita sudah lega karena sudah ada surat resmi pemerintah Taiwan. Munculnya surat itu kan tidak serta merta tanpa ada pengecekan. Kita tidak menafikkan kalau ada 1,2 persoalan. Tapi ini jangan sampai mengeneralkan apa yang sudah dilakukan," kata Yan, melalui telpon, Kamis (10/9/2019).

Ia menyebutkan, program ini akan dilanjutkan karena ini cukup bagus tapi  mengeliminir berbagai kekurangan.

"Kalau ada kekurangan ya itu kami juga sampaikan, Dirjen Dikti juga merencanakan akan ada program magang 2 tahun diploma di Indonesia, 2 tahun diploma di Luar dan satu tahun magang di industri," jelasnya.

Yan menyebutkan, adanya peristiwa ini menjadi bahan evaluasi bersama agar kedepannya program ini lebih baik.

"Kita juga akan melakukan pemantauan dalam program progress report mahasiwa kita yang ada disana," sebutnya.

Sementara ini, pihaknya akan melakukan  evaluasi dan kajian agar lebih baik lagi kedepannya. Pihaknya, juga tak menginginkan apa yang menjadi ketakutan orang tua siswa anak-anak mereka dikembalikan sebelum selesai pendidikan tidak terjadi.

"Kita berusaha yang disana untuk menyelesaikan program ini, dengan tentu penyempurnaan sistem monitoring evaluasi dan perlindungan, untuk baru kita pelajari, bukan hanya Taiwan, tapi ada beberapa negara lain yang menawarkan," katanya.

Saat ini, fokusnya ialah menyelesaikan dan menyempurnakan program yang ada daat ini.

"Kita sekarang menyelesaiakan dan menyempurnakan yang ada. Kalau untuk yang baru kita minta pemerintah pusat untuk membuat SOP," jelasnya.

Pihaknya, dalam kesempatan itu juga telah menyampaikan beberapa kekurangan dari program ini. Dengan harapan, akan ada penyempurnaan skema dalam sistem kuliah magang bagi mahasiwa Babel di Taiwan.

"Kami minta ada SOP dari Kemenristek Dikti kalau ada hal-hal yang begini kedepan, kita tidak kelimpungan cari panduan. Ada beberpa pola kerjasama setelah kita jelaskan, di awal memang tidak mengetahui tapi kita sudah sampaikan dan sekarang waktu membenahi dan menyempurnakan program kedepan," katanya. (BANGKAPOS.COM/Krisyanidayati)

 

 

Penulis: krisyanidayati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved