2 Pria Digiring ke Bawaslu, Mengaku Cabut APK karena Menghalangi Rumah

Dua pria Herman (31) dan Harianto (29) ditangkap warga saat diduga melakukan perusakan baliho atau alat peraga kampanye (APK) milik berbagai caleg

2 Pria Digiring ke Bawaslu, Mengaku Cabut APK karena Menghalangi Rumah
Pos Belitung/Disa Aryandi
APK Caleg DPRD, Jumat (11/1) diamankan di kantor Bawaslu Kabupaten Belitung setelah dilakukan perusakan oleh dua pelaku. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -Dua pria Herman (31) dan Harianto (29) ditangkap warga saat diduga melakukan perusakan baliho atau alat peraga kampanye (APK) milik berbagai calon legislatif. Keduanya digiring warga ke kantor Bawaslu Belitung, Jumat (11/1), sekitar pukul 22.00.

Alat yang digunakan pelaku untuk merusak APK caleg, berupa linggis dan palu. Terdapat lima APK Caleg yang dilepas dan dirusak oleh keduanya yaitu dari partai Gerindra, PKB, PPP, Demokrat serta PAN.

APK yang rusak dan dilepas oleh Herman dan Harianto kini sudah diamankan di kantor Bawaslu Kabupaten Belitung. Sedangkan pelaku, kemarin malam langsung dilaporkan oleh salah satu pemilik APK, Andres dari partai Gerindra.

"Saya merasa dirugikan, jadi saya lapor. APK saya sudah dirusak, dan ini bukan masalah lahan (tempat pemasangan APK) itu punya siapa, tapi sudah perusakan APK. Saya sebagai orang yang dirugikan, ingin proses ini terus berlanjut jangan sampai dia merusak APK yang lain," kata Andres kepada Pos Belitung, Jumat (11/1) malam.

Kericuhan terhadap perusakan APK ini sempat terjadi lantaran puluhan warga sudah mengetahui permasalahan ini dan tidak terima. Sehingga dua orang diduga pelaku tersebut langsung dibawa ke kantor Bawaslu untuk dimintai keterangan.

Pelaku mengaku mencabut dan merusak APK para caleg lantaran lahan yang digunakan untuk memasak APK merupakan milik keluarga mereka.

APK tersebut  sudah terpasang sejak dua minggu terakhir, dan dari seluruh APK yang terpasang di tempat itu, masih ada APK lainnya tidak dicabut serta dirusak.

"Iya itu lahan punya kami, kami ingin masuk ke rumah tidak bisa lagi, karena sudah banyak baliho-baliho caleg. Makanya kami inisiatif mencabutnya, tidak ada niat kami untuk yang lain-lain, hanya karena menghalangi rumah kami," ujar Herman.

Herman mengakui alat yang digunakan untuk mencabut dan merusak baliho caleg menggunakan palu dan linggis. Seluruh baliho itu rencana setelah dicabut akan dibuang oleh Her lantaran sudah menjadi sampah.

"Saya kan tidak ngerti prosedurnya bagaimana. Kalau tau harus ke sini dulu (Bawaslu) dulu, pastinya saya akan ke sini dulu lapor. Kami tidak mengerti dengan yang seperti itu," pungkasnya. (Posbelitung/Disa Aryandi)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved