Kolong Dusun Airlayang Dihuni Seekor Buaya Jantan, Nama Panggilannya Bujang

Buaya atau Crocodylidae, hingga kini masih namyak menghuni sejumlah sungai dan kolong di Bangka Belitung

Kolong Dusun Airlayang Dihuni Seekor Buaya Jantan, Nama Panggilannya Bujang
Bangka Pos/Dok
Ilustrasi buaya 

BANGKAPOS.COM --  Buaya yang terbilang hewan ganas dan berbahaya ini, bahkan sering terlibat konflik atau menyerang manusia.
Salah satu kolong yang dihuni reptil bertubuh besar ini adalah kolong di Dusun Airlayang, Desa Bukitlayang, Kecamatan Bakam, Kabupaten Bangka.
Buaya ini sering muncul ke permukaan air di tengah kolong bekas penambangan pasir timah dusun tersebut.
Menurut warga setempat buaya itu sudah sejak lama hidup di kolong bekas tambang timah di Dusun Airlayang, Desa Bukitlayang. Namun tidak diketahui pasti darimana asalnya.
Warga setempat sudah akrab dengan keberadaan buaya yang diperkirakan berjenis kelamin jantan itu. Sebegitu akrabnya, buaya ini mendapat nama panggilan dengan sebutan Bujang.
Jika sedang beruntung, saat dipanggil, "Bujang", buaya tadi akan langsung menampakkan diri ke permukaan kolong seakan ingin memperlihatkan sosoknya yang menyeramkan itu.
Harian ini, Kamis (10/1) berkesempatan mendatangi langsung kolong sedalam belasan meter di Dusun Airlayang, Desa Bukitlayang, untuk melihat langsung keberadaan buaya itu.
Saat harian ini tiba di lokasi, beberapa warga terlihat berada di pinggir kolong. Mereka mencoba memanggil "Bujang" nama buaya tersebut agar menampakkan diri.
"Bujaaang...Bujaaang...!"teriak warga menggema dari atas tumpukan tanah tinggi di bibir kolong. "Bujaaaangg..Bujaaang....!" teriakan warga lainnya, silih berganti.
Namun Bujang, tampaknya mengabaikan teriakan itu. Ia sama sekali tak mau menunjukan jati diri, seolah tak mendengar namanya sedang dipanggil.
"Setiap hari buaya itu muncul. Biasanya dia muncul di sebelah sana, tengah kolong. Orang-orang di dusun ini memanggilnya dengan sebutan nama Bujang," kata seorang wanita pelimbang pasir timah dekat kolong kepada BN, Jumat (11/1).
Kepala Desa (Kades) Bukitlayang, Andry kepada BN, Jumat (11/1) mengatakan, buaya tak hanya hidup di sungai utama Desa Bukitlayang, namun juga bersarang di aliran anak sungai hingga kolong bekas penambangan,tak jauh dari pemukiman warga.
"Untuk buaya yang ada di kolong bekas penambangan ini, warga dusun menyebutnya dengan nama Bujang. Kadang kalau sedang beruntung, ketika namanya dipanggil, buaya itu tiba-tiba muncul di permukaan air tengah kolong," tambah Andry seraya menyebut, nama Bujang diberikan oleh seorang tokoh dusun setempat bernama Hendra alias Wakceng. (ferri laskary)

Editor: Herru W
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved