Gunung Anak Krakatau Tumbuh Cepat, 4 Meter Per Tahun, Para Ahli Khawatir Letusannya Lebih Dahsyat

Yang paling mengejutkan adalah pertumbuhan Gunung Anak Krakatau yang sangat cepat, tumbuh 4 meter per tahun.

Gunung Anak Krakatau Tumbuh Cepat, 4 Meter Per Tahun, Para Ahli Khawatir Letusannya Lebih Dahsyat
Twitter/Sutopo Purwo Nugroho
Kondisi terkini Gunung Anak Krakatau setelah erupsi dan longsor. Saat longsor hingga sebabkan Tsunami Selat Sunda pada Sabtu (22/12/2018), Gunung Anak Krakatau yang tadinya memiliki tinggi 338 meter, kini hanya memiliki tinggi 110 meter. 

BANGKAPOS.COM – Gunung Anak Krakatau beberapa hari ini menjadi perhatian.

Sejak tsunami yang terjadi di Selat Sunda pada Bulan Desember 2018, aktivitas Gunung Anak Krakatau menjadi perhatian.

Hal ini bukan tanpa sebab, pasalnya sejak tsunami Selat Sunda, aktivitas Gunung Anak Krakatau terus aktif dan meningkat.

Diketahui bahwa sebelum tsunami Selat Sunda, Gunung Anak Krakatau sudah erupsi sejak 29 Juni 2018.

Nama Gunung Anak Krakatau sangat tersohor.

Hal ini tak lepas dari Gunung Krakatau yang meletus sangat dahsyat pada tahun 1883 silam.

Dari letusan Gunung Krakatau pada 1883 silam, terbentuklah Gunung Anak Krakatau ini.

Baca: Amer Azzikra Putra Ustaz Arifin Ilham Ungkap Sosok Sang Ayah di Hadapan Para Ulama

Dilansir dari Majalah Geologi Kemeterian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Geo Magz, diketahui bahwa Gunung Anak Krakatau lahir pada 15 Januari 1929.

Gunung Anak Krakatau lahir dari Gunung Krakatau yang Meletus pada tahun 1833 dan menewaskan 36 ribu jiwa kala itu.

Dalam pernyataan yang ditulis di majalah tersebut dikatakan.

Halaman
123
Editor: fitriadi
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved