Badarudin Mabuk Arak dan Lem Aibon, Lalu Habisi Nyawa Kakek dan Nenek di Pondok Kebun

Badaruddin (22) tersangka kasus pembunuhan pasangan suami istri (pasutri) diancam hukuman 15 tahun penjara

Badarudin Mabuk Arak dan Lem Aibon, Lalu Habisi Nyawa Kakek dan Nenek di Pondok Kebun
pos belitung
Kabag Ops Polres Belitung, Kompol Haryo Basuki (tengah) didampingi Kasatreskrim, AKP Bagus Krisna Ekaputra (kemeja putih) dan Kasatbinmas, AKP Mahmud menunjukkan barang bukti saat konferensi pers kasus pembunuhan pasutri dengan tersangka Badarudin (22), Senin (14/1/2019). 

BANGKAPOS.COM -- Badaruddin (22) tersangka kasus pembunuhan pasangan suami istri (pasutri) Animan (65) dan Misnawati (55) di pondok kebun Desa Bantan, Kecamatan Membalong, Minggu (6/1) lalu, diancam hukuman 15 tahun penjara.
Jajaran Polres Belitung menerapkan Pasal 338 KUH Pidana kepada tersangka yang tega menghabisi nyawa korban yang masih kakek dan neneknya sendiri.
"Pasal yang disangkakan 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Sekarang penyidik masih melengkapi berkas dan segera dikirimkan ke kejaksaan," ujar Kabag Ops Polres Belitung, Kompol Haryo Basuki dalam konferensi pers di Mapolres Belitung, Senin (14/1).
Ia menjelaskan sebelum melakukan perbuatan pidana tersebut, tersangka telah mengonsumsi miras jenis arak satu kampil ditambah mengisap lem aibon dua kaleng kecil. Lalu, dalam keadaan mabuk tersangka mendatangi korban dengan niat ingin meminjam motor.
Lantaran tidak dikasih, tersangka emosi dan menghabisi korban dengan cara menusukkan pisau yang dibawanya dan membacokan parang yang terletak di lokasi kejadian.
"Jadi dalam keadaan mabuk dan tidak sadar juga karena habis minum arak dan aibon tersangka menghabisi korban," katanya.
Usai melakukan aksinya, lanjut Haryo, tersangka langsung melarikan diri menggunakan motor korban. Selain itu tersangka juga mengambil satu handphone dan uang Rp 346 ribu dari tas korban.
Ia menambahkan untuk keperluan rekontruksi kejadian, jajaran Satreskrim Polres Belitung akan berkoordinasi dengan Kejaksaan.
Sementara itu, tersangka Badaruddin hanya bisa tertunduk selama konferensi pers. Ia mengaku emosi ketika korban tidak meminjamkan motor dan seketika langsung menghabisi korban.
"Waktu itu saya mau pinjam motor tapi tidak dipinjami. Saya kesal lalu ambil pisau dan menusukkan ke korban," sebutnya. (dede suhendar)

Editor: Herru W
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved