Beltim Dapat Penghargaan Adipura Ini Kata Petugas Kebersihan Kota Manggar

Kami yang dilapangan belum tahu si , ya ade rasa bangga, dari kerja kami semua di kebersihan jadi

Beltim Dapat Penghargaan Adipura Ini Kata Petugas Kebersihan Kota Manggar
posbelitung/suharli
Tim petugas kebersihan kota Manggar, memasukan sampah dapur ke truk pengangkut sampah. Selasa, (15/1/2019) 

BANGKAPOS.COM, BELITUNG--Tidak semua petugas kebersihan DLH kabupaten Belitung Timur (Beltim) tahu kota Manggar mendapat penghargaan tropi Adipura.

Beberapa petugas kebersihan di Manggar masih bertugas seperti hari-hari biasanya mengangkut sampah-sampah dan membersihkan lingkungan jalan di seputaran kota manggar.

Duta (45) bersama rekannya saat sedang menebas rumput diseputaran pos kota Manggar ditemui Posbelitung mengaku bangga atas 

"Kami yang dilapangan belum tahu si , ya ade rasa bangga, dari kerja kami semua di kebersihan jadi tidak sia-sia, semacam ada upah letihnye lah kalau dapat penghargaan ini," ujar Data (45) yang sudah menjadi petugas kebersihan sejak tahun 2008, Selasa (15/1/2019).

Terpisah tim petugas kebersihan lainnya yang bertugas mengangkut sampah rumah tangga seputaran manggar juga menyampaikan rasa bangga setelah mendengar kota manggar mendapatkan penghargaan tropi adipura.

"Tentunya kami merasa senang berkat keberhasilan kerja dari tim kebersihan, selain itu ini juga untuk membuat kesadaran masyarakat bahwa lingkungan bersih dan terjaga," ujar Gugun (42)

Ia juga mengatakan dalam perjalan menjaga kebersihan kota Manggar tetap saja ada suka duka misalnya saja komplain dari warga karena terlambat mengangkut sampah.

Akan tetapi menurut Gugun hal tersebut bagaimana kami menyikapinya.

"Namanya pelayan masyarakat tetap kadang-kadang ada komplain dari pelanggan, terkandang sampai  ditelpon ke kantor, tapi kan kami kerja tim, menyikapi hal tersebut kami tetap kordinasi jangan sampai komplain tersebut berlanjut," ujar Gugun.

Dedy (40) rekan dari Gugun menyampaikan untuk menjaga kebersihan dikota manggar juga perlu dukungan berbagai pihak dan juga dari masyarakat tentunya.

"Kendala kami dilapangan mungkin ketika musim hujan saja, pernah kami diberikan jas hujan, tapi mohon bukan tidak bersyukur tetapi jas hujan, tetapi ketika kami buat ngangkat itu terkadang robek,

mungkin kami bisa dapat lebih elastis, biar kalau hujan biarpun tetap basah setidaknya kami tidak kedinginan," ujar Dedy. (Posbelitung, suharli)

Penulis: Suharli
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved