Erzaldi Minta Reklamasi Kobatin Tidak Hanya Menanam

APL yang ada di kawasan eks kobatin ini, diharapkan bisa dimanfaatkan. Erzaldi menilai lahan dan aset kobatin banyak yang terbengkalai.

Erzaldi Minta Reklamasi Kobatin Tidak Hanya Menanam
Bangka Pos/Krisyanidayati
Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar rapat koordinasi Rencana penggunaan Lahan Areal Penggunaan Lain (APL) Eks PT Kobatin bersama pemerintah kabupaten Bangka Tengah dan PT Kobatin, di ruang rapat Tanjung Pendam, Selasa (15/1/2019). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar rapat koordinasi Rencana penggunaan Lahan Areal Penggunaan Lain (APL) Eks PT Kobatin bersama pemerintah kabupaten Bangka Tengah dan PT Kobatin, di ruang rapat Tanjung Pendam, Selasa (15/1/2019).

Gubernur Babel, Erzaldi Rosman yang hadir dalam membuka acara ini meminta dengan diperpanjangnya waktu penyelesaian paska tambang, reklamasi dapat dilakukan secara maksimal.

"Sehubungan penutupan tambang kobatin terlalu berlarut-larut, penyelesaiannya diperpanjang menjadi 2,5 tahun. Kondisi areal pertambangan PT Kobatin banyak dirambah masyarakat, alam semakin rusak, yang ditanam kembali tidak tepat, kita mencoba mencari solusi," kata Erzaldi.

APL yang ada di kawasan eks kobatin ini, diharapkan bisa dimanfaatkan. Erzaldi menilai lahan dan aset kobatin banyak yang terbengkalai.

"Kita Pikirkan APL ada di sekitar kantor Kobatin. Dulu kompleks ini bagus, waktu kita bilang mau mengelola, katanya enggak bisa. Sekarang 60 persen tinggal pondasi karena gudang terbakar. Masih ada tangki, maksud saya yuk kita selesaikan dulu mengenai APL apa yang harus kita buat tapi tidak semua mau ditanam," katanya.

Mantan Bupati Bangka Tengah, meminta kobatin dalam reklamasinya tidak hanya menanam pohon. Tetapi, bisa juga dalam bentuk lainnya, misalnya pengelolaan sarana olahraga.

"Kalau misalnya ada hal yang bagian bisa dimanfaatkan putuskan saja melalui dana yang ada di PT Kobatin manfaatkan dulu libatkan masyarakat. Kita utamakan apa yang sudah direncanakan," katanya.

Ia mencontohkan, pemanfaatan yang di luar penanaman bisa dilakukan dengan memberdayakan masyarakat.

"Misalnya di kolong Margub itu dekat dengan kota, tapi ini tetap dirambah, masih ada timah. Misalnya ambil timah terus nanti bisa kolong luasnya 80 hektar bikin fasilitas olahraga, pinggir danau kita tanam. Lahan tidak terpelihara kalau enggak ada fasilitas. Ini di pinggir bisa ditanam, dibikin jalan, bangun semacam pujasera untuk olahraga air dayung, jetski," katanya.

Dirinya menginginkan, reklamasi yang dilakukan tidak hanya untuk menanam saja.

"Harapan saya, bisa enggak apa yang ada di dalam rancangan dokumen kita ubah produknya tidak semata-mata menanam. Kalau menanam enggak dipelihara, masyarakat akan merusak karena tidak merasakan hasilnya. Misalnya kolong biru jadi wisata kita libatkan karang taruna siapkan tempat wisata pujasera dan selfie baru tanam, pasti akan pelihara," katanya. (BANGKAPOS.COM/Krisyanidayati)

Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved