Gubernur Nilai Kerusakan Alam Sudah Luar Biasa, Jika Dibiarkan Babel Tinggal Nama
Mereka mengintai siapa yang menebang pohon. Kemarin baru dapat 10 truk. Pohon ditebang besar-besar. Kalau yang biasa
Penulis: nurhayati | Editor: Iwan Satriawan
BANGKAPOS.COM, BANGKA--Gubernur Babel H Erzaldi Rosman Djohan menilai tantangan kerusakan alam di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sudah luar biasa dahsyatnya.
Diakuinya tidak ada hari Satpol PP provinsi berhenti melakukan penertiban penambangan liar, begitu juga polisi hutan (polhut) yang selaku melakukan razia ilegal loging.
"Mereka mengintai siapa yang menebang pohon. Kemarin baru dapat 10 truk. Pohon ditebang besar-besar. Kalau yang biasa merusak dak sedih melihatnya tapi kalau yang punya hati nangis," ungkap Erzaldi kepada bangkapos.com, Selasa (15/1/2019).
Dia kesal penertiban terhadap penambangan liar sudah berkali-kali di lakukan di kawasan Bandara Depati Amir yang dekat sekali dengan kantor gubernur tetapi tidak pernah jera.
"Dioperasi pagi dia kerja siang, dioperasi siang dia kerja pagi, dioperasi sore dia kerja malam, operasi malam kadang-kadang kasihan saya nyuruh pol pp, subuh pula dia kerja," sesal Erzaldi.
Oleh karena itu, lanjutnya perlu mengerakan masyarakat agar prihatin dan empati mengajak untuk mencegah orang tidak merusak alam.
"Ini yang sekarang kita kembangkan karena tidak ada kemampuan lagi dana habis, tenaga capek waktu habis, hasil nggak ada, maka kita mengerakan komponen-komponen masyarakat, semua kita gerakan, LSM, organisasi kemasyarakatan, termasuk wartawan, TNI, polri semua kita libatkan, tidak ada lagi yang main sendiri-sendiri sekarang. Kalau kita biarkan terus begini Bangka Belitung tinggal nama," tegas Erzaldi.
Menurutnya bagaimana daerah bisa mengedepankan pariwisata jika lokasi pariwisata dirusak.
"Mari kita jaga bersama dan terus menanam. Mudah-mudahan penanaman pohon ini akan membuahkan hasil. Jangan ada dipikiran kapan hasilnya kalau berpikir seperti itu tidak akan nanam pohon tapi berpikirlah nanam hari ini untuk anak cucu kita ke depan. Kita harus ikhlas membahagiakan anak cucu kita. Insyaallah hasilnya mereka yang menikmatinya," harap Erzaldi. (BANGKAPOS.COM/NURHAYATI)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/lepass-burug.jpg)