IPKP: Kuliner "Basah" Pangkalpinang Perlu Dibangkitkan

selama ini saat tamu dari luar Pangkalpinang hanya mengenal snack atau produk makanan kering seperti getas, kricu,

IPKP: Kuliner
BANGKA POS / DEDY QURNIAWAN
Audiensi IPKP dengan Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) di ruang rapat wali kota, Selasa (15/1/2019) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Sejumlah pengusaha kuliner yang tergabung dalam Ikatan Pengusaha Kuliner Pangkalpinang (IPKP) beraudiensi dengan Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen), Selasa (15/1) .

Berbagai ide dan gagasan membangkitkan kuliner Pangkalpinang dibahas pada pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam tersebut.

Ketua IPKP Virda Asso mengatakan, kuliner Pangkalpinang, khususnya produk kuliner "basah" perlu dibangkitkan seiring dengan upaya Pemkot Pangkalpinang membangun image sebagai Kota Beribu Senyuman.

"Kami ingin menyamakan visi dengan Pemkot, dan menunjang program wali kota yang sekarang," kata Virda seusai pertemuan tersebut

Menurut Virda, selama ini saat tamu dari luar Pangkalpinang hanya mengenal snack atau produk makanan kering seperti getas, kricu, kemplang dan sejenisnya.

Padahal, kuliner Pangkalpinang tak melulu makanan kering, melainkan juga makanan basah.

IPKP yang anggotanya memang banyak memproduksi produk penganan basah ingin membangkitkan varian makanan ini sebagai kuliner Pangkalpinang.

"Ini aset juga. Bisa digali potensi. Jadi Pangkalpinang punya makanan khas sendiri," katanya.

IPKP dibentuk sejak 2016. Anggotanya saat ini berjumlah 30 pengusaha kuliner tradisional jenis makanan "basah" dan produk kopi.

Mereka rata-rata memproduksi kue basah semacam Penganan Pelite, Celepon, Yet-yet hingga kue Gandus untuk dijual secara online.

"Selain kue-kue basah ini, kami juga ada yang bikin Pantiaw Kuning, yang basah. Bukan kering. Kami selama ini banyaknya memasarkan produk secara online, ada beberapa yang sudah punya tempat jual tetap," kata dia.

Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) menyampaikan rencananya untuk menjadikan aset 14 ruko milik Pemkot Pangkalpinang sebagai kawasan kuliner yang tertata.

Dia juga menyampaikan soal rencana membenahi kawasan Pasar Mambo untuk dijadikan kawasan food steet. Kawasan itu akan ditata menjadi satu kesatuan dengan Ramayana Plaza dan Bangka Trade Center.

Molen menyatakan, pemerintah akan mensupport kuliner Pangkalpinang. Namun, pelaku kuliner harus memastikan kualitas kuliner yang disajikan.

"Jaga mutu, packaging, kualitasnya. Minta tolong itu saja. Yang lain e kami," ujar Molen. (BANGKAPOS.COM / Dedy Qurniawan)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved