Video :Marzuki Tanam 100 Pohon Durian Unggul Bangka 10 Tahun Lalu

jenis-jenis durian unggul khas Pulau Bangka, Durian Namlung, Durian Super Tembaga, Durian Putri Dewa dan Durian Jantung di areal kebun 10 tahun lalu

BANGKAPOS.COM  -- Selain Jamhur, warga Desa Kemuja Kecamatan Mendo Barat lainnya, Marzuki juga mengembangkan dan menanam jenis-jenis durian unggul khas Pulau Bangka, yakni Durian Namlung, Durian Super Tembaga, Durian Putri Dewa dan Durian Jantung di areal kebunnya sekitar 10 tahun yang lalu.

Hanya saja Marzuki tidak mengembangkan usaha pembibitan durian unggul ini, hanya untuk kepentingan sendiri saja..

"Saya ada menanam sekitar 100 san batang durian unggul Bangka sekitar 10 tahun lalu, saya mulanya beli bibit dari pak Jamhur juga setelah itu sebagian saya stek sendiri dan tanam di kebun ini," kata Narzuki yang bekerja sebagai guru olahraga SDN Payak Benua Kecamatan Mendo Barat, Minggu (13/01/2019) di kebunnya.

Diungkapkannya, selain menanam durian unggul khas Bangka, juga menanam beberapa durian lokal berkualitas baik, walaupun isinya warna putih tapi isibya tebal, rasanya manis dan lemak juga.

"Saya juga menanam sekitar 50 an pohon duku, ada juga pohon Binjai, pohon buah Kranji. Kata orang kalau nanam pohon Kranji tidak akan berbuah tapi yang di kebun saya ini sudah berbuah dan besar-besar buahnya tapi rasanya asam. Kalau Binjai memang belum berbuah," ungkapnya.

Ditambahkannya, pohon durian unggul di kebunnya saat ini baru selesai berbuah, namun masih ada satu pohon lagi yang masih tersisa berbuah tapi buahnya masih kecil dan belum matang.

"Saat musim buah durian tadi kebun saya lumayan juga ada buahnya, saya jual dengan harga Rp 300.000 sampai Rp 500.000 per buahnya, hampir seluruh buah durian habis terjual dan tidak susah menjualnya karena banyak yang berminat membelinya," ungkapnya.

Diakuinya, meskipun harga durian unggul ini mahal namun banyak yang mencarinya dan sangat laku dijual.

"Memang yang mencari dan banyak membeli durian ini orang-orang etnis Tionghoa tapi ada juga orang Melayu," ujarnya.

Bahkan ada juga temannya datang dari Bali ke Bangka khusus ingin menyantap dan makan durian unggul ini langsung di kebun saya.

"Saya kasih info ke teman saya yang di Bali itu kalau durian unggul di kebun saya sudah mulai madak, rupanya pagi hari dia datang naik pesawat ke Bangka lalu ke kebun saya, setelah makan durian sorenya langsung pamit pulang lagi ke Bali," tukasnya. 

Penulis: edwardi
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved