Gula Rafinasi Dijual Bebas Secara Online Dalam Bentuk Karungan

Kemendag mengungkapan banyak barang yang tak memenuhi ketentuan dijual bebas secara online

Gula Rafinasi Dijual Bebas Secara Online Dalam Bentuk Karungan
KOMPAS.com
Veri Anggriono, Direktur Jenderal PKTN Kemendag. 

BANGKAPOS.COM - Kementerian Perdagangan ( Kemendag) mengungkapan, banyak barang yang tak memenuhi ketentuan dijual bebas secara online. Salah satunya adalah gula untuk keperluan industri makanan dan minuman atau gula rafinasi.

"Beberapa waktu yang lalu gula rafinasi di perdagangkan secara online," ujar Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kemendag Veri Anggriono di Kantor Kemendag, Jakarta, Kamis (17/1/2019).

"Nah ini kan agak janggal ya, padahal kan gula tafinasi diperuntukan bagi industri makanan dan minuman. Itu sudah kita amankan," sambung dia.

Menurut Veri, gula rafinasi yang dijual bebas secara online itu dijual dalam bentuk karungan. Veri menyebut berat karung gula rafinasi itu mencapai 50 kilogram. Kementerian Perdagangan kata dia sudah mengamankan gula dan pelaku penjualan gula rafinasi tersebut.

"Memang tidak dalam jumlah banyak mereka lakukan perdagangan, tetapi ini melanggar. Gula rafinasi ini kan dikhususkan untuk industri dan tidak seyogianya didaftarkan di online," kata dia.

"Dari hasil pengawasan kami terhadap peredaran gula rafinasi, kebanyakan yang melakukan pelanggarannya industri penggunanya, bukan produsen," sambung Veri.

Indonesia menjadi pengimpor gula terbesar dunia pada 2017-2018. Total gula yang diimpor mencapai 4,45 juta ton. Begitu data yang dirilis oleh Statista belum lama ini.

Menanggapi data itu, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengatakan bahwa besarnya angka impor gula itu bukanlah gula konsumsi.

"Itu gula industri loh," ujar Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution.

"Kita tidak mengimpor gula konsumsi. Tahun ini kita belum ada sama sekali impor gula, belum. Gula industri ya," sambung dia.

Darmin mengatakan, impor gula industri ditujukan untuk kebutuhan industri. Oleh karena itu impornya atas rekomendasi dari Kementerian Perindustrian. Pada 2019, impor gula belum akan dihentikan. Pemerintah akan membuka keran impor Gula Kristal Rafinasi Rafinasi (GKR) tahun 2019 sebanyak 2,8 juta ton.

Alokasi impor gula ini turun 28,5 persen dari impor GKR tahun 2018 yakni 3,6 juta ton. Sementara itu Ekonom Faisal Basri menyoroti angka impor gula Indonesia. Ia memakai data yang dirilis oleh Statiska. Impor RI lebih besar dari China 4,2 juta ton, Amerika Serikat 3,11 juta ton, hingga Uni Emirat Arab 2,94 persen. 

Berita Ini telah tayang di Kompas.com dengan judul : Gula Rafinasi Dijual Bebas Secara Online

Editor: tidakada014
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved