Ayah Bunuh Anak Tiri Pakai Linggis Diduga Gegara Cemburu, Terdengar Suara Teriakan
Pembunuhan terjadi di Desa Siliwangi, Dusun 1 Mekar Sari, Kecamatan Singkut, Kabupaten Sarolangun, pada Jumat (18/1) malam, membuat warga heboh
Motif Cemburu, Ayah Tiri Tega Habisi Anaknya Pakai Linggis
BANGKAPOS.COM - Pembunuhan terjadi di Desa Siliwangi, Dusun 1 Mekar Sari, Kecamatan Singkut, Kabupaten Sarolangun, pada Jumat (18/1) malam, membuat warga heboh.
Peristiwa itu mengundang perhatian warga sekitar karena teriakan terdengar.
Kepala Dusun 1 Mekar Sari Desa Siliwangi, Arkani, mengatakan peristiwa terjadi sekira pukul 19.00 WIB.
Dia menuturkan bermula ada suara teriakan keras meminta tolong.
"Ado suaro mekik-mekik, minta tolong. Langsung Pak RT ngebel saya, kami langsung ke sini (TKP) dan hubungi pak polisi," kata Arkani.
Arkani menjelaskan seseorang yang tewas itu seorang laki-laki bernama Putra.
Dugaan berdasarkan informasi sementara yang dia terima, yang membunuh merupakan bapak angkatnya atau ayah tirinya.
"Karena korban itu diambil anak dengan ibu (Lilis). Nah, ibu Lilis ini punya suami (Amir)," ujarnya
Arkani menuturkan Lilis mengambil anak namanya Putra (si korban), tapi suaminya Amir tidak setuju.
Karena Lilis memaksa dan tidak mengindahkan permintaan suami, terjadilah pembunuhan itu.
"Saya kurang tahu, cemburu pasti," katanya.
Katanya, saat itu Putra datang ke rumah Lilis.
Suami Lilis yang sejak sore menungu kedatangan Putra, karena mengetahui mereka sedang bersama.
Begitu bertemu, sempat terjadi keributan dari arah dapur sampai terjadi pemukulan mengunakan linggis, hingga korban terjatuh bersimbah darah
Kata Arkani, kejadian ini sudah ditangani kepolisian.
Diduga pelaku merupakan ayah tiri korban. Polisi sudah menangkapnya setelah kejadian.
"Pelaku sudah ditangkep, dak tahunyo pelakunyo dak jauh dari sini, langsung tangkep samo pak polisi," katanya.(*)
Berita ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Motif Cemburu, Ayah Tiri Tega Habisi Anaknya Pakai Linggis
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/mayati.jpg)