Juli 2019, Pameran Mainan Terbesar Se-Asia Tenggara Bakal Digelar di Indonesia

Pameran mainan terbesar di Asia Tenggara akan digelar di Indonesia bulan Juli 2019 mendatang

Juli 2019, Pameran Mainan Terbesar Se-Asia Tenggara Bakal Digelar di Indonesia
KOMPAS.com
Ilustrasi mainan. 

BANGKAPOS.COM - Bila tak ada aral melintang, bulan Juli 2019 mendatang, pameran mainan terbesar di Asia Tenggara akan digelar di Indonesia.

Asosiasi Mainan Indonesia (AMI) menyebut, hal itu sebagai upaya untuk mendorong penjualan mainan produksi Indonesia.

"Kami sedang penjajakan untuk kerja sama dengan pihak-pihak lain. Dan bulan Juli nanti kami akan adakan pameran mainan terbesar di Asia Tenggara," ucap Ketua AMI Sutjiadi Lukas seperti dikutip dari Kontan.co.id, Minggu (20/1/2019).

Pameran rencananya akan digelar di JIExpo Kemayoran pada 18 hingga 20 Juli nanti. AMI akan mengundang pula pembeli-pembeli dari luar negeri.

"Kami akan undang pembeli-pembeli dari luar. Itu strategi kami untuk meningkatkan penjualan," kata Sutjiadi.

AMI memprediksi industri mainan akan tumbuh sekitar 10 persen tahun ini.

"Untuk tahun ini kami ngga muluk-muluk karena situasi politik juga mempengaruhi. Kira-kira naik 10 persen," tuturnya.

Meski diprediksi akan tumbuh dua digit. Sutjiadi melihat pada kuartal pertama 2019 tren industri mainan akan menurun.

"Untuk kuartal pertama ini trennya menurun karena situasi politik," sebutnya.

Tak cuma pasar lokal, AMI pun menggenjot penjualan ekspor. Tutupnya beberapa pabrik mainan di Vietnam membuat industri mainan di Indonesia kelimpahan pesanan. Informasi saja, bisnis mainan perkembangan nilai ekspor industri mainan meningkat 19,25 persen selama Januari hingga Juni 2018 dibanding periode yang sama tahun 2017.

Berdasarkan data dari Kementerian Perindustrian pada Januari hingga Juni 2017 nilai ekspor Indonesia mencapai 124,87 juta dollar AS. Sementara untuk Januari hingga Juni 2018 nilai ekspor industri mainan Indonesia mencapai 148,91 juta dollar AS. Meningkatnya nilai ekspor industri mainan Indonesia dipengaruhi oleh tutupnya beberapa pabrik mainan di Vietnam. "Untuk tahun kemarin kalau ekspor ada peningkatan. Mengingat ada beberapa pabrik mainan di Vietnam tutup kemudian mengalihkan pemesanan kepada Indonesia untuk di ekspor," tutur Sutjiadi.

Untuk impor mainan pada tahun lalu diklaim Ketua AMI sedikit menurun. Sementara bisnis lokal dinilai sedikit mengalami peningkatan.

"Tujuan pemerintah mengurangi impor mungkin tercapai untuk pengurangan impor tahun lalu. Untuk peningkatan bisnis lokal itu ada," ungkap Sutjiadi. Mainan yang paling banyak diekspor adalah boneka Barbie dan jenis mainan mobil-mobilan dengan tenaga aki.

Editor: tidakada014
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved