Siasati Lahan Sempit, Arsitek Prancis Bangun Rumah di Atas Rumah, Inilah Hasilnya

Dengan ide urban enheightment atau meninggikan kota, Malka berusaha untuk mendirikan hunian di atas sebuah bangunan.

Siasati Lahan Sempit, Arsitek Prancis Bangun Rumah di Atas Rumah, Inilah Hasilnya
e-architect
Rumah vertikal ide dari St├ęphane Malka. 

BANGKAPOS.COM--Quai de Valmy merupakan sebuah kawasan di tepi Sungai Seine, Paris, Prancis, yang padat penduduk.

Hal ini menyebabkan tidak tersedianya lahan untuk mendirikan tempat tinggal di kawasan tersebut.

Atas dasar inilah, arsitek Prancis Stéphane Malka, mencetuskan sebuah ide untuk 'membangun rumah di atas rumah.'

//

Dengan ide urban enheightment atau meninggikan kota, Malka berusaha untuk mendirikan hunian di atas sebuah bangunan.

(archilovers.com)

Dengan cara ini, Malka akan mendirikan bangunan secara vertikal.

Dikutip oleh TribunTravel dari ttimes.id, tanpa harus membeli lahan, bangunan baru akan didirikan di atas bangunan rumah yang telah ada.

Tentunya bangunan baru itu tidak akan membahayakan bangunan yang ada di bawahnya.

Dengan konsep prefabrikasi, bangunan rumah vertikal ini akan menggunakan komponen berupa barang jadi hasil produksi pabrik.

(aasarchitecture.com)

Cara ini akan membuat biaya produksi menjadi lebih murah dan dapat mengurangi polusi debu serta suara bising.

Dikutip dari stephanemalka.com, ide ini merupakan cara kontemporer untuk menemukan perspektif baru kota, yaitu Paris baru di atas cakrawala.

Ide Malka mendapat respon positif dari masyarakat.

Konsep bangunan ini dianggap menjadi solusi untuk mengatasi kekurangan hunian di kawasan Quai de Valmy.

(globalconstructionreview.com)

Proses pembangunan rumah vertikal itu memerlukan biaya sekitar 680 ribu Euro atau Rp 10,2 miliar.

Bangunan tersebut diperkirakan dapat menyediakan rumah bagi 12 ribu keluarga di Paris.

TribunTravel.com/Sinta Agustina)

//
 
 
Editor: khamelia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved