Aldisar Jalani Sidang Korupsi Proyek Rehabilitasi Lahan Kritis

Sidang tipikor proyek rehabilitasi lahan kritis dan pengadaan bibit pohon tahun anggaran 2013, senilai Rp 700 juta kembali digelar

Aldisar Jalani Sidang Korupsi Proyek Rehabilitasi Lahan Kritis
(Bangkapos.com/Ryan A Prakasa)
Terdakwa korupsi proyek rehabilitasi lahan kritis dan pengadaan serta penanaman bibit pohon, Aldisar memakai kemeja putih dan peci berjalan saat usai menghadiri persidangan di gedung Pengadilan Negeri (Tipikor) Pangkalpinang. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sidang tipikor proyek rehabilitasi lahan kritis dan pengadaan bibit pohon tahun anggaran 2013, senilai Rp 700 juta kembali digelar dengan menghadirkan terdakwa Aldisar.  

Agenda kali ini juga sedianya menghadirkan saksi ahli dari LKPP, namun tidak hadir. Meski begitu sidang tetap berlangsung dipimpin oleh Ketua PN Pangkalpinang, I Nyoman Wiguna. Hakim menyidangkan terdakwa Aldisar selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) pada proyek di intansi BLH Kota Pangkalpinang.

Terdakwa dicecar beragam pertanyaan terkait tugas dan tanggung jawabnya selaku PPK proyek.

"Apa saja varitas yang ada di dalam kontrak?," tanya hakim, Haridi SH MH.

Spontan Aldisar langsung menjawab, "Saya tidak tahu," jawabnya singkat.

Hakim kembali menanyakan seputar pihak yang memasukan item jenis tanaman (bibit pohon) di dalam kontrak kerja untuk kepentingan proyek yang ditangani terdakwa selaku PPK, namun lagi-lagi Aldisar mengaku tidak tahu.

"Lalu siapa yang memasukan varitas atau jenis bibit pohon dalam kontrak itu. Masak tidak tahu?," tanya hakim dengan nada tinggi lantaran Aldisar diketahui selaku pejabat yang menanda tangani kontrak kerja proyek tersebut.

Dihadapan majelis hakim, terdakwa sempat mengaku jika dirinya ditetapkan sebagai tersangka lantaran saat pemeriksaan oleh pihak penyidik atau sebelum perkara tipikor ini naik di persidangan dirinya di bawah tekanan.

"Kenapa saudara tidak menolak saat pemeriksaan itu?," tanya hakim.

Aldisar lagi-lagi tak dapat berbuat banyak lantaran saat itu mengaku mendapat ancaman dari pihak penyidik yang memeriksanya saat itu.

Halaman
12
Penulis: ryan augusta
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved