Pasar Mambo Sungailiat Dirazia, Diduga Jadi Ajang Mabuk dan Prostitusi

Operasi penertiban ini dilakukan seiring adanya laporan warga yang menyebutkan, kawan tersebut diduga dijadikan ajang mabuk-mabukan dan prostitusi.

Pasar Mambo Sungailiat Dirazia, Diduga Jadi Ajang Mabuk dan Prostitusi
IST/Kiriman Satpol PP Bangka
Tim Satpol PP Bangka bersama tim gabungan lainnya menyita Miras di Pasar Mambo Sungailiat, Selasa (22/1/2018). 

BANGKAPOS.COM -- Pasar Mambo Sungailiat Bangka, Selasa (22/1/2019) malam, dirazia. Operasi penertiban ini dilakukan seiring adanya laporan warga yang menyebutkan, kawan tersebut diduga dijadikan ajang mabuk-mabukan dan prostitusi.

Kepala Kantor Satpol PP Kabupaten Bangka, Dalyan Amrie diwakili Kabid Perundang-Undangan, Achmad Suherman, Selasa (22/1/2019) malam memastikan, berbagai temuan didapatkan saat razia berlangsung.

"Ada tujuh warung yang kedapatan menjual miras (minuman keras) jenis bir Golongan A," katanya.

Operasi ini tak hanya melibatkan Anggota Satpol PP Bangka, namun instansi atau satuan lain, di antaranya Polsek Sungailiat, Polres Bangka, Koramil Sungailiat, Dinas Nakerperindag Bangka dan Pihak Kelurahan Sungailiat. "Razia gabungan dilakukan seiring adanya laporan masyarakat," katanya.

Sementara itu barang bukti berupa Miras yang berhasil disita, sebanyak 55 botol bir. Barang bukti itu dibawa petugas, setelah meminta keterangan dari pemilik warung dan beberapa pengunjung yang terjaring razia.

"Sangat disayangkan Pasar Mambo kini menjadi ajang mabuk-mabukan, banyak warung yang jual bir. Padahal ini tempat pemerintah, jelas itu dilarang untuk bejualan Miras. Kita berharap jangan sampai Pasar Mambo menjadi tempat mabuk-mabukan dan prostitusi," katanya.

Suherman memastikan, warung kedapatan berjualan Miras terancam dicabut ijinnya. Apalagi pengelolah warung sudah berkali-kali diberikan peringatan, sebelumnya. "Sesuai aturan dalam Perda Nomor 10 Tahun 2013 tentang ijin retribusi tempat penjualan beralkohol. Karena ini sudah berkali-kali terjadi, maka kasus ini akan kita bawa ke pengadilan melalui PPNS Satpol PP Bangka," kata Suherman.

Pasar Mambo dulunya merupakan pusat kuliner. warung kopi menjamur di lokasi ini, namun kemudian disalahgunakan. Bahkan identitas pengelolah warung, tidak tercantum data karena penyewa pertama menyewakan kembali tempat itu pada pihak lain.

"Sekarang kok malahan menjadi tempat minum Miras? Identitas orang-orang yang berjualan ini tidak sesuai lagi dengan penyewa tempat pertama. Mereka sewa lagi ke orang lain. Ini jelas melanggar perjanjian sewa tempat dengan Pemkab Bangka," kata Suherman menyesalkan aksi perdagangan Miras di Pasar Mambo, apalagi lokasinya di belakang mesjid.(ferylaskari)

Penulis: ferylaskari
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved