DKP Babel Audiensi Dengan Nelayan Terkait Trawl, Compreng, dan TI Apung

Tim terpadu juga diibantu satgas 115 Kementerian turun dan mulai pesawat udara kecil, kapal juga sudah turun melakukan

DKP Babel Audiensi Dengan Nelayan Terkait Trawl, Compreng, dan TI Apung
Bangka Pos/Krisyanidayati
Tim terpadu penanganan penggunaan alat tangkap dilarang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar audiensi dengan perwakilan nelayan dari Bangka Selatan, di ruang rapat ESDM, Jum'at (25/1/2019) sore. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Tim terpadu penanganan penggunaan alat tangkap dilarang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar audiensi dengan perwakilan nelayan dari Bangka Selatan, di ruang rapat ESDM, Jum'at (25/1/2019) sore.

Tim terpadu yang terdiri dari Dinas Kelautan Perikanan Babel, Dinas ESDM Babel, Pol Air, TNI, dan Polres Bangka Selatan. Audiensi ini dilakukan paska adanya aksi damai para nelayan dari Bangka Selatan beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Kelautan Perikanan Babel, Dasminto mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai upaya seperti patroli gabungan, sosialiasi.

Dasminto mengatakan, bahkan tim dari kementerian turun melalui satgas 115 telah dengan menurunkan pesawat pengintai dan kapal di wilayah perairan Basel.

"Setelah melakukan pertemuan dengan pak Gubernur pada Desember, seminggu kemudian kami kesana. Tim terpadu juga diibantu satgas 115 Kementerian turun dan mulai pesawat udara kecil, kapal juga sudah turun melakukan pemantauan," katanya.

Ia menyebutkan, pihaknya terus bergerak untuk menertibkan nelayan yang menggunakan alat tangkap yang dilarang.

"Kami sudah menindaklanjuti aspirasi bapak-bapak, tapi ini butuh proses. Kami juga jelas bergerak mengumpulkan data dan strategi," ujarnya.

Dasminto menyebutkan, dalam melakukan penertiban ada beberapa kendala misalnya kondisi cuaca yang menurut BMKG tidak dianjurkan untuk berada di laut.

"Tim terpadu bergerak ke Basel, TNI AL di Sadai, kapal DKP masih disana. Karena cuaca BMKG sampai maret kurang bersahabat lebih banyak kegiatan di daratan. Tapi kalau cuaca membaik kami akan turun lagi ke laut," katanya.

Salah satu perwakilan nelayan, Kodi menyebutkan hingga kemarin sore aktivitas tambang ilegal TI Apung masih beroperasi. Alat tangkap trawl masih banyak beraktivitas dibawah  4 mil di laut trubu, dan masih menemukan adanya kapal compreng.

Halaman
12
Penulis: krisyanidayati
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved