Jual Minol di TKS, Pedagang Dipanggil Satpol PP Bangka

Kita kembangkan kasus ini dan akan kita periksa juga toko-toko yang menyuplai ke mereka

Jual Minol di TKS, Pedagang Dipanggil Satpol PP Bangka
ist/satpol pp kabupaten bangka
Pedagang yang menjual minuman beralkohol saat dipanggil pihak satpol pp Kabupaten Bangka, Jumat (25/1/2019) di Kantor Satpol PP Kabupaten Bangka. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Para penyewa kios di Pusat Kuliner Taman Kota Sungaili(TKS) yang menjual minuman beralkohol (minol), Jumat (25/1/2019) dipanggil oleh pihak Satpol PP Kabupaten Bangka.

Dari hasil pemeriksaan mereka ini menyewakan kios tersebut kepada orang  menyewa tempat ke penyewa pertama  yang ada perjanjian sewa kepada Pemkab Bangka.

Kasatpol PP Kabupaten Bangka M Dalyan Amrie diwakili Kabid Penegakan Perundang-Undangan Satpol PP Kabupaten Bangka Achmad Suherman, mengatakan para pedagang tersebut mengakui menjual minol.

Mereka juga membeli minol dari toko-toko di sekitar pasar. 

"Kita kembangkan kasus ini dan akan kita periksa juga toko-toko yang menyuplai ke mereka," tegas Suherman kepada bangkapos.com, Jumat (25/1/2019).

Selain itu kios mereka juga menyewa kepada orang lain dengan harga sewa ada yang sebesar Rp 350.000 per bulan. Hal ini jelas menyalahi aturan sewa dan Pemkab  Bangka.

Padahal perjanjian sewa dengan Pemkab Bangka sebesar Rp 1,2 juta tetapi mereka sewakan lagi Rp 350.000 perbulan. 

"Jadi bayangkan mereka menjadi Rp 4,2 juta.  Kerugian negara Rp 3 juta. Ini akan kita laporkan ke dinas terkait," kata Suherman.

Ia berharap kepada toko-toko yang menjual bir golongan A ini jangan lagi menjual kepada para pemilik kios di pusat kuliner TKS.

Secara tegas pihaknya akan proses secara hukum.

"Ini akan kami proses hukum semua. yang terlibat," tegas Suherman.

Kepada pihak dinas terkait, pihaknya juga menyarankan agar membuat plang tulisan di Pusat Kuliner TKS dilarang menjual minuman beralkohol, narkoba dan prostitusi.

"Mereka ini bisa di cabut perjanjian sewanya. Masih banyak orang antrean mau berjualan di Taman Kota Sungailiat ini. Jadi jangan sampai disalahgunakan.

Kami harap dengan kesadaran Mambo ini berubah menjadi  tempet kuliner," harap Suherman. (BANGKAPOS/NURHAYATI)

Penulis: nurhayati
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved