Ada 534 Pemilih Disabilitas di Kabupaten Bangka

Kalau terkait disabilitas dalam kegiatan rakornas maupun rakor provinsi meminta ada pendampingan terutama untuk para tuna netra

Ada 534 Pemilih Disabilitas di Kabupaten Bangka
(nurhayati/bangkapos.com)
Iman Supiar 

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bangka sudah mendata Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk para pemilih disabilitas. Dari hasil pendataan jumlah DPT disabilitas di Kabupaten Bangka sebanyak 534 orang.

Menurut Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Kabupaten Bangka, Imam Supiar KPU, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak dinas sosial dan Sekolah Luar Biasa (SLB) untuk mendata berapa jumlah disabilitas yang disinkronkan dengan data pemilih disabilitas yang ada di KPU Kabupaten Bangka. Dikatakannya jika belum terdaftar bisa dimasukan ke DPT data tambahan.

"Kalau terkait disabilitas dalam kegiatan rakornas maupun rakor provinsi meminta ada pendampingan terutama untuk para tuna netra dengan catatan yang dianjurkan kalau bisa pendampingnya dari keluarganya sendiri agar bisa benar-bebar terjaga," jelas Iman kepada bangkapos.com, Minggu (27/1/2019).

Apabila tidak ada pihak keluarga yang mendampingi maka ada petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS). Untuk petugas KPPS yang membantu pemilih disabilitas harus mengisi formulir pernyataan agar netral.

"Kami harus bersiap agar netral. Mereka sudah dibekali batas pendampingannya seperti apa. Misalnya ada beberapa disabilitas yang bisa mencoblos dia lakukan sendiri tidak dibantu tetapi jika ada yang minta dicobloskan ada formulir sendiri yang harus mereka diisi," jelas Iman.

Dalam formulir itu disebutkan petugas KPPS tersebut tidak boleh menyampaikan kepada siapa pun siapa yang dicoblos oleh yang bersangkutan, artinya yang mencoblos tetap pemilih disabilitas tersebut tapi yang membantunya petugas KPPS.

Sedangkan untuk disabilitas mental harus ada surat keterangan dokter jiwa bukan semuanya tetapi yang masih bisa memberikan hak suaranya.

"Di RSJ dan RSUD ada TPS (Tempat Pemungutan Suara). Selain pemilih pindah memilih, disana juga banyak karyawan di rumah sakit tersebut agar tidak terlalu lama meninggalkan pasien dimana ada TPS yang bisa mereka akses di TPS terdekat," jelas Iman.

Dia mengimbau, agar KPPS menyiapkan fasilitas yang aksesibel tidak boleh menyiapkan TPS yang sulit dijangkau apalagi bagi pemilih disabilitas.

"Jangan berpikirnya menariknya tapi aksesnya harus bagj tidak boleh melompati bandar, siring atau sungai terutama bagi para tuna daksa yang menggunakan kursi roda dan tuna netra," tegas Iman.

Halaman
12
Penulis: nurhayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved