Gelombang Tinggi, Hasil Ikan Nelayan di PPN Sungailiat Berkurang

Berdasarkan data Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sungailiat tercatat produksi ikan hasil tangkapan

Gelombang Tinggi, Hasil Ikan Nelayan di PPN Sungailiat Berkurang
Istimewa
Aktivitas pendaratan ikan di PPN Sungailiat 

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Pada minggu ke empat Januari 2019 produksi ikan hasil tangkapan nelayan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sungailiat mengalami penurunan akibat gelombang pasang.

Berdasarkan data Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sungailiat tercatat produksi ikan hasil tangkapan nelayan dari pada minggu ketiga sebanyak 255.882 kilogram dan pada minggu keempat ini turun menjadi 254.591 kilogram sehingga berkurang sebanyak 1.291 kilogram.

Kondisi ini diakui Kasi Operasional Pelabuhan PPN Sungailiat, Purwanti , disebabkan banyak nelayan yang tidak melaut.

Para nelayan khawatir karena terjadinya gelombang tinggi yang disertai angin kencang di laut.

"Banyak nelayan yang tidak melaut karena cuaca ekstrem gelombang tinggi dan angin kencang," kata Purwanti kepada bangkapos.com, Minggu (27/1/2019).

Dengan rendahnya produksi hasil tangkapan nelayan menyebabkan menurunya pasokan ikan di tempat pelelangan ikan di kawasan PPN Sungailiat.

Untuk hasil produksi ikan nelayan pada minggu awal Februari nanti diperkirakan masih belum stabil mengingat perubahan cuaca di laut masih belum menentu.

"Kondisi ini berdampak pedagang pengumpul ikan mendatangkan ikan dari luar Sungailiat bahkan dari luar Pulau Bangka," ungkap Purwanti.

Pasokan ikan yang dari luar Sungailiat maupun dari luar Pulau Bangka didatangkan guna memenuhi permintaan pasar.

Ikan dari luar daerah ini  dengan terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan uji organoletik dan formalin untuk memberikan perlindungan keamanan bagi para konsumen.

Dari pantauan bangkapos.com harga ikan di Pasar Higienis, Minggu (27/1/2019) cukup mahal. Ikan tenggiri seharga Rp 80.000 perkilogram, ikan kembung Rp 45.000 perkilogram, kepiting Rp 70.000 perkilogram, ikan talang Rp 35.000-Rp 40.000 perkilogram, holie Rp 50.000 perkilogram, tamban kecil Rp 13.0000, krisi Rp 50.000 perkilogram, ciu kecil Rp 20.000 perkilogram.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved