Advertorial
Desa Beruas Pelopor Tanaman Sorgum di Bangka Belitung
Desa Beruas Kecamatan Kelapa sebagai desa pertama di Kabupaten Bangka Barat dan Provinsi Bangka Belitung yang membudidayakan tanaman pangan Sorgum
BANGKAPOS.COM -- Desa Beruas Kecamatan Kelapa bisa dikatakan sebagai desa pertama di Kabupaten Bangka Barat dan Provinsi Bangka Belitung yang mengembangkan dan membudidayakan tanaman pangan Sorgum yang merupakan satu diantara jenis tanaman Serealia.
Sejak tahun 2016 lalu melalui peran aktif Kepala Desa Beruas, Pariyandi mengenalkan dan menanam tanaman Serealia yang mempunyai potensi besar untuk dikembangkan kepada para pelaku pertanian yang ada di desanya maupun desa-desa lain yang ada di sekitarnya.
Bukan tanpa alasan dia melihat potensi yang ada pada jenis tanaman pangan satu ini. Selain karakteristik kondisi dan kontur tanah yang ada di desanya sangat cocok untuk mengembangkan jenis tanaman pangan ini. Potensi nilai ekonomi yang dihasilkan juga luar biasa.
Sorgum tanaman pangan ini terdengar tidak familiar disini namun beberapa daerah di Pulau Jawa maupun Indonesia Bagian Timur sudah sangat akrab dan telah dikembangkan oleh petani-petani di sana sejak bertahun-tahun yang lalu.
Desa Beruas mengambil inisiasi menjadi desa pertama di Bangka Belitung yang mulai dan benar-benar serius menjadikan tanaman pangan ini menjadi andalan desa dan sebagai desa pelopor yang mengembangkan dan membudidayakan tanaman pangan Sorgum ini.
Terbukti dengan sudah beberapa kali mereka melakukan panen di desanya dan mendorong desa lain untuk ikut serta jejak mereka.
“Saya mulai tertarik melakukan ujicoba penanaman Sorgum ini awalnya hanya sebatas percobaan dan itu semua dikarenakan beberapa kali audiensi dengan Bapak Dedi Hartadi bersama timnya dari LP3KPKN yang memang sudah lama meneliti Sorgum ini.
Setelah diyakinkan oleh beliau akan progres dan prospek tanaman pangan ini akhirnya saya menaruh ketertarikan akan sorgum ini.
"Selain pemerintah desa, LP3KPKN, ada juga dari BAZNAS yang membantu merealisasikan berjalannya penanaman Sorgum ini. Taruna Tani Desa Beruas yang bernama Taruna Tani Gunung Galang yang Pemdes Beruas berdayakan untuk menanam tanaman pangan Sorgum ini,” katanya.
Lebih lanjut Pariyandi mengatakan Sorgum yang dikembangkan di desanya adalah tanaman Sorgum berjenis Numbu. Sorgum jenis ini dikatakannya dapat berproduksi pada lahan marjinal, serta relatif tahan terhadap gangguan hama/penyakit, dan salah satu sifat khas dari Sorgum adalah daya tahan terhadap kekeringan dan toleran terhadap genangan air.
Namun sayangnya komoditas pangan satu ini nyaris tidak banyak pihak yang mau mengembangkannya, masih adanya rasa pesimis terhadap potensi Sorgum ini sendiri adalah penyebab utama.
Selain tidak adanya keseriusan dari pemerintah daerah untuk melakukan inovasi dan mengembangkan komoditas pangan alternatif selain padi dan jagung padahal Sorgum merupakan komoditas alternatif untuk pangan, pakan, energi dan industri.
Produk-produk turunan seperti gula, sirup, bioetanol, kerajinan tangan, pati, biomas dan lain-lain merupakan beberapa produk yang dapat dihasilkan dari Sorgum.
Selain pangan, biji Sorgum memiliki kandungan tepung dan pati yang dapat digunakan sebagai bahan baku industri pakan dan pangan seperti industri gula, monosodium glutamat (MSG), asam amino, dan industri minuman.
Produk lain yang dapat dikembangkan dari keseluruhan bagian tanaman sorgum adalah biomasa. Batang, daun, akar, merupakan bagian yang potensial untuk dikembangkan sebagai biomasa.
Nira Sorgum merupakan produk yang memiliki keunggulan bahkan apabila dibandingkan dengan nira tebu. Padahal, tebu merupakan tanaman dengan perawatan yang cukup tinggi atau lebih manja dibandingkan Sorgum. Nira Sorgum dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan gula dan bioetanol. Hampir seluruh bagian dari tanaman Sorgum seperti biji, tangkai biji, daun, batang dan akar dapat dimanfaatkan.
“Potensi hasil setiap kali panen Sorgum maksimal tiga kali dalam satu kali periode tanam dan setelah panen pertama hasil yang didapatkan pada panen kedua dan ketiga bisa melebihi dari hasil panen pertama tadi. 4 ton gabah sorgum pada 3 bulan pertama, setelah 2 bulan selanjutnya 8 ton, dan 2 bulan kemudiannya lagi hasilnya 8 ton didapat. Sehingga prospek Sorgum ini sendiri sangat besar dampaknya untuk membantu perekonomian warga dan tentu saja menambah PAD desa. Karena melalui Pemerintah Desa Beruas sudah dicanangkan akan menjadi lini usaha dari Program BUMDes yaitu pola pertanian terpadu, pertanian, peternakan, perikanan, dan teknologi tepat guna,” jelasnya.
Dilanjutkannya, sudah ada sekitar 8 Hektare (Ha) dari target 20 Ha yang sudah ditanam Sorgum.
“Saya ingin orang di luar sana mengenal Desa Beruas Kelapa ini dan tahu di sini ada tanaman pangan jenis Sorgum yang tumbuh dan dikembangkan besar-besaran karena masih banyak lahan tidur di desa ini yang belum ditanami Sorgum,” tandasnya.
Beberapa penelitian menyebutkan kandungan protein pada biji Sorgum sangat tinggi. Dibandingkan sumber pangan lain seperti beras, singkong dan jagung, Sorgum mempunyai kadar protein yang paling tinggi. Sorgum memiliki keunggulan mineral seperti Ca, Fe, P dan kandungan vitamin B1 dibandingkan dengan beras. Ini sangat cocok bagi ibu-ibu hamil atau orang yang dalam proses penyembuhan tulang dan batang Sorgum setelah diambil ekstraknya bisa menjadi kompos juga.
Selain Sorgum, Pemerintah Desa Beruas juga sudah menunjukkan progres menjanjikan lain melalui tanaman serai wangi yang juga dikembangkan secara besar-besaran.
Serai wangi ini akan dikelola juga oleh BUMDes dengan dibantu oleh peran PKK dan Kelompok Tanam Tani Desa Beruas.
Pemerintah Desa Beruas pada tahun ini sudah memprogramkan membeli mesin suling berkapasitas 2 ton, yang bertujuan menyuling serai wangi tersebut untuk diambil sari patinya yaitu minyak Atsiri.
Selain mengambil saripati, limbah serai wangi pun masih juga bisa diolah kembali sebagai tambahan untuk dibuat menjadi pupuk kompos.
“Sehingga tidak ada dari pengembangan dan pengolahan kedua tanaman ini baik Sorgum maupun Serai wangi yang akan terbuang percuma karena semuanya masih bisa di daur ulang lagi menjadi berbagai macam produk dengan nilai ekonomi yang tinggi,” tambahnya.
Berdayakan Pemuda dan PKK Demi Kemajuan Desa
Memberdayakan para pemuda desa maupun mengaktifkan peran dari PKK adalah langkah strategis untuk mendukung perkembangan dan pertumbuhan desa.
Para pemuda dengan semangat dan tenaganya serta PKK dengan pendekatan serta orisinalitasnya menjadikan dua kekuatan tambahan untuk turut serta mensukseskan program-program desa dengan peran masing-masing.
“Pemerintah Desa Beruas melihat peluang pengembangan sektor pertanian yang sedang berjalan ini tidak akan maksimal bila hanya dilakukan oleh segelintir orang saja. Maka dari itu peran dari para pemuda maupun PKK kami ikut sertakan. Banyak hasil produksi dari lini usaha BUMDes seperti sektor pertanian yang bernilai ekonomi tinggi baik Sorgum dan Serai wangi. Seluruh warga sangat penting keberadaannya apalagi dalam upaya kami mewujudkan Desa Beruas ini menuju Desa Maju. Siapapun kami ajak asalkan ada komitmen yang kuat, saya yakin potensi-potensi yang ada di desa ini bisa dimaksimalkan dengan baik,” ujar Kepala Desa Beruas, Pariyandi.
Sebagai kepala desa, ia juga membuka pintu untuk desa-desa lain untuk menduplikasi program pembudidayaan Sorgum ini agar di Kabupaten Bangka barat bukan hanya Desa Beruas saja tapi juga bisa dikembangkan di desa-desa lain.
Selain itu mereka juga sangat mengharapkan gerak cepat dan tanggap dari Pemerintah Kabupaten Bangka Barat untuk memfasilitasi keperluan dan operasional mereka. Seperti belum adanya perhatian dinas terkait untuk mengeluarkan PIRT untuk menunjang kreasi PKK Desa Beruas dalam mengolah biji Sorgum menjadi camilan sehat untuk pemasaran lebih luas lagi sebagai unit usaha lain dari BUMDes yaitu Boga PKK.
“Pemerintah Desa Beruas juga mengharapkan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Bangka Barat melalui Dinas Pertanian maupun peternakan dengan memberikan bantuan berupa mesin pengolahan Sorgum yang diperuntukkan supaya panen dari tanaman Sorgum ini bisa kemudian dijadikan beras Sorgum, tepung Sorgum, dan nira Sorgum untuk meluaskan potensi yang ada pada Sorgum ini. Kami juga masih menunggu terealisasinya bantuan sapi yang sudah kami ajukan proposalnya sejak tahun 2015 lalu,” lanjutnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/hasil-panen-sorgum-desa-beruas-kecamatan-kelapa.jpg)