Kisah Putra Belitung H AS Hanandjoeddin Menaklukkan Pasukan Gaib dengan Istigfar

Kendati sempat merinding, namun Hanandjoeddin memberanikan diri berseru kepada pasukan gaib

Kisah Putra Belitung H AS Hanandjoeddin Menaklukkan Pasukan Gaib dengan Istigfar
bangkapos.com/Wahyu K
Foto Komodor Muda Udara Adisutjipto dan Lettu Hanandjoeddin dalam buku biografi H.AS Hanandjoeddin karya Haril Andersen. (Repro) 

Tapi ternyata dalam beberapa percobaan awal para anak buahnya, peledak yang ditanam tak kunjung meletup, hingga harus kembali untuk melapor pada Hanandjoeddin di markas.

Hanandjoeddin pun coba mendatangi seorang tokoh desa setempat untuk mengetahui, apakah memang jembatan itu ada yang “melindungi”?

Ternyata iya. Hanandjoeddin pun diminta untuk puasa dan bermunajat kepada Allah SWT jika ingin kerajaan gaib yang melindungi jembatan itu bisa dipindah.

Merasa hal itu tak masuk akal, Hanandjoeddin memilih mendatangi sendiri jembatan itu bersama beberapa anak buahnya.

Perasaan ‘ngeri’ mulai menghinggapi pasukannya lantaran hari juga sudah beranjak gelap.

Suasana kian mencekam dan horor saat melewati hutan Watulimo yang acap disebutkan warga lokal desa lain sebagai tempat yang angker.

“Maaf, ndan (komandan) sebaiknya kita urungkan rencana malam ini,” ucap M Yahya, salah satu anak buah Hanandjoeddin.

Saat ditanya kenapa, ternyata anak buahnya pada ketakutan.

“Kalau kalian takut, kembali saja ke markas! Biar saya sendiri yang pergi ke jembatan!” seru Hanandjoeddin.

Anak Buah Lari Tunggang Langgang

Halaman
1234
Editor: tidakada016
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved