Mayat Sopir Angkot Ditemukan di Bawah Jembatan Ampera dalam Kondisi Terluka di Punggungnya

Penemuan mayat tergeletak di bawah jembatan Ampera, tepatnya di kawan 7 Ulu Palembang sempat menggemparkan warga

Mayat Sopir Angkot Ditemukan di Bawah Jembatan Ampera dalam Kondisi Terluka di Punggungnya
SRIPOKU.COM/RANGGA ERFIZAL
Bapak Korban Aan Syarifudin (44) tengah meratapi kematian anaknya di RS Bhayangkara Palembang, Minggu (27/1/2019) 

BANGKAPOS.COM -- Penemuan mayat tergeletak di bawah jembatan Ampera, tepatnya di kawan 7 Ulu Palembang sempat menggemparkan warga. Pasalnya, sesosok mayat pemuda tersebut meregang nyawa dan ditemukan bersimbah darah dengan luka tusuk di punggung.

Mayat laki-laki atas nama Rendi (21) tahun pertama kali ditemukan oleh warga yang tengah melintas di Tempat Kejadian Perkara (TKP), mayat pun langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, untuk dilakukan Otopsi.

Saat ditemui di Ruang Foresik Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, bapak Korban, Aan Syarifudin (44), membenarkan jika anaknya tersebut ditemukan meninggal dunia di bawah jembatan Ampera.

"Saya baru dapat kabar tadi sekitar pukul 7 pagi. Lalu ada warga yang datang mengabari ke rumah, kalau anak saya dibawa ke RS Bhayangkara. Katanya kena tusuk jadi, saya langsung ke sini untuk mengecek. Meskipun, sebelumnya saya sudah liat, dari foto memang anak saya," jelas Aan, saat ditemui di RS Bhayangkara, Minggu (27/1/2019).

Sehari-hari Rendi bekerja sebagai sopir angkot di kawasan 7 Ulu, namun ketika malam dan sepi penumpang dirinya kerap mengamen bersama teman-temannya.

Sebelum kejadian pada sore itu, Rendi pamit kepada keluarga untuk pergi mengamen. "Rendi itu baru setahun kerja jadi sopir angkot. Sebelumnya serabutan dan kalau dia lagi senggang suka mengamen bersama-sama teman-temannya. Tapi, saya nggak tau siapa nama teman-temannya, karena enggak pernah ke rumah. Mereka biasa janjian ketemuan lalu ngamen," jelas warga Jakabaring, Lorong Budimulyo 2 tersebut.

Lanjutnya, Rendi anak ke 2 dari 7 bersaudara itu tidak meninggalkan firasat apapun. Menurut Aan, anaknya Rendi tersebut bukanlah anak yang banyak musuh.

"Enggak ada firasat apapun, anaknya baik, dirumah pun baik, disuruh orang tua penurut," jelasnya sedih.

Sementara, Kapolsek SU 1 Kompol Mayestika melalu Kanit Iptu Irwan Sidik membenarkan kejadian penemuan korban. Hingga saat ini Polsek SU 2 tengah melakukan penyidikan.

"Telah ditemukan seseorang yang tergeletak laki-laki atas nama Rendi, motif belumlah diketahui sampai saat ini (Minggu 27/1/2019-red). Korban mengalami luka tusuk di bagian belakang tepatnya punggung, saat ini sedang dilakukan penyidikan. Korban merupakan sopir angkot jurusan Kertapati, dan biasanya malam mengamen," jelas kapolsek. (Sripo/Koran BN)

Editor: emil
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved