Imlek 2019 - Enam Mitos dan Legenda saat Merayakan Tahun Baru Imlek

enam mitos dan kepercayaan masyarakat Tionghoa saat merayakan tahun baru imlek

Imlek 2019 - Enam Mitos dan Legenda saat Merayakan Tahun Baru Imlek
instagram/glennalinskie
Potret Glenn Alinskie Beribadah 

Asal Kantong Merah

Menurut legenda, dulu ada roh jahat bernama Sui (祟) yang muncul pada Malam Tahun Baru dan menepuk kepala anak-anak yang sedang tidur tiga kali. Anak-anak akan berakhir dengan demam. Bahkan jika mereka pulih dari demam, mereka tidak akan pernah sama lagi.

Satu pasangan menghibur anak mereka dengan koin di malam hari. Ketika dia tertidur, mereka meletakkan koin-koin itu di atas kertas merah dan meninggalkannya di bantal. Ketika Sui datang, koin-koin itu terlintas dan membuatnya takut. 

Sejak saat itu, orang tua akan memberikan uang kepada anak-anak yang dibungkus kertas merah setiap Malam Tahun Baru

Dewa Kompor dan Permen

Dewa Kompor (灶神 —zào shén) bertanggung jawab atas makanan dan mata pencaharian masyarakat. Dia adalah salah satu dewa yang paling berinteraksi dengan manusia.

Pada tahun baru yang kecil (小 年 —xiao nián) sebelum Tahun Baru “besar” resmi (大年 - dà nián) , ia kembali ke surga. Dewa Kompor melapor kepada Kaisar Langit (玉帝 —yù dì) , menceritakan kepadanya bagaimana setiap keluarga selama tahun itu. Dia kemudian kembali ke Bumi untuk memberkati atau menghukum keluarga, seperti yang diperintahkan oleh Kaisar Giok.

Inilah sebabnya mengapa keluarga akan membuat labu permen malt dan meninggalkannya di malam hari.

Permen akan mempermanis mulut kompor sehingga dia hanya akan memuji keluarga. Itu juga bisa menyatukan giginya, menghentikannya mengatakan hal-hal buruk. Dengan cara ini, keluarga akan menikmati makanan berlimpah sepanjang tahun.

(Bangkapos.com/jovanka)

Subscribe canel youtube Bangka Pos

Penulis: Idandi Meika Jovanka
Editor: asmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved