Banyak Warga Babel Baru Kenal Bursa Efek Setelah Ditipu Investasi Bodong

Sebelumnya ada RHB Sekuritas berasal dari Malaysia, Indopremier Sekuritas dan MNC Sekuritas dari Indonesia.

BANGKA POS.COM, BANGKA -- PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Bangka Belitung meresmikan anggota bursa yang keempat yang ada di Babel, yaitu Maybank Kim Eng Sekuritas, Rabu (30/01/2019) di Kantor BEI Perwakilan Babel di Pangkalpinang.

Sebelumnya ada RHB Sekuritas berasal dari Malaysia, Indopremier Sekuritas dan MNC Sekuritas dari Indonesia.
Hal ini diungkapkan Elita, staf BEI Perwakilan Babel kepada Bangkapos.com, Kamis (31/01/2019) di kantornya.

"Jadi kita bersama-sama kolaborasi untuk meningkatkan jumlah investor dan jumlah transaksi di Babel," ujarnya.

Dilanjutkannya, visi dan misi kita sama yaitu membantu memberantas investasi bodong yang marak terjadi saat ini karena nominal jumlah investasi bodong yang sudah dilaporkan investor disini sudah mencapai ratusan juta lebih.

"Mereka itu kebanyakan baru mengenal bursa efek itu setelah kena kasus penipuan investasi bodong ataupun MLM itu," ungkapnya.

Ditambahkannya, untuk memperkenalkan bursa efek ke masyarakat dilakukan sosialisasi di sekolah, kampus, instansi dan pedesaan, serta lewat media sosial.

"Setelah ada sosialisasi baru masyarakat berminat datang ke bursa efek. Untuk investasi yang bodong itu tidak ada lisensi OJK-nya, kalau kita resmi dan diatur dalam OJK," tukasnya.

Lebihlanjut dikatakannya, peran bursa efek itu hanya mengawasi transaksi, istilahnya tempat bertemu penjual dan pembeli.

"Untuk transaksi jual beli sahamnya para investor berhubungan dengan perusahaan sekuritas langsung," jelasnya.

Dilanjutkannya, melalui perusahaan sekuritas inilah investor yang mau membeli dan menjual sahamnya.

"Jadi investor yang ingin bertransaksi itu bukan di BEI nya tapi di perusahaan sekuritasnya, jadi kemarin itu kita menambah satu perusahaan sekuritas yang baru supaya para investor memiliki banyak opsi atau pilihan investasi,

karena masing-masing sekuritas itu memiliki kelebihan dari aplikasinya masing-masing tapi harga saham tetap sama," jelasnya.(BANGKAPOS.COM/EDWARDI)

Penulis: edwardi
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved