Imlek 2019

Lampion Dipercaya Bisa Mengusir Roh Jahat, Ini Sejarah hingga Cara Membuat Lampion

Lampu-lampu merah ini digantung di langit-langit vihara atau klenteng. Bahkan, lampion kerap menjadi bagian dari dekorasi rumah.

Lampion Dipercaya Bisa Mengusir Roh Jahat, Ini Sejarah hingga Cara Membuat Lampion
Top China Travel
Lampion Tiongkok 

BANGKAPOS.COM - Lampion merah alias lentera kerap menjadi ornamen  saat Imlek atau Tahun Baru China.

Lampu-lampu merah ini digantung di langit-langit vihara atau klenteng. Bahkan, lampion kerap menjadi bagian dari dekorasi rumah.

Tapi, tahukah Anda, lampion ini merupakan hasil karya seni kerajinan tradisional Tiongkok dan menjadi simbol Tiongkok.

//

Sebagai salah satu kerajinan tangan tradisional Tiongkok, lampion begitu populer dan 'bercahaya.'

Usia tradisi lentera China atau lampion itu sudah sekitar 1800 tahun.

Lampion Tiongkok
Lampion Tiongkok (Top China Travel)
//

Setiap hari kelima belas bulan lunar China pertama selalu diselenggarakan Chinese Lantern Festival.

Saat festival itu, orang-orang akan menggantung lentera merah yang melambangkan reuni keluarga.

Lentera tradisional Tiongkok memadukan keterampilan seni lukis dan seni memotong kertas, serta seni sulaman Tiongkok.

Asal dan perkembangan sejarah

Lentera Tiongkok, sejenis lampu kuno yang menjadi bagian penting dalam tradisi China.

Lampion mencapai puncak perkembangannya pada abad ke-8 masa pertengahan Dinasti Tang.

Namun, awal tradisi lampion itu sudah dimulai pada masa Dinasti Han Barat (20 Sebelum Masehi (SM) hingga 8 Masehi).

Kemudian, pada masa Dinasti Han Timur yang berkuasa pada tahun 25-220 M membuat lentera dari kertas China.

Ilustrasi lampion Tiongkok
Ilustrasi lampion Tiongkok (Top China Travel)

Tradiri Chinese Lantern Festival juga berasal dari Dinasti Han.

Festival tersebut digelar sebagai ajang kumpul keluarga dan  menandai Tahun Baru Imlek China.

Lentera, tentu saja, menjadi salah satu komponen dekoratif dan fungsional dalam festival.

Menurut legenda, Kaisar Tang Minghuang selalu meminta pelayan istana menggantung lentera yang menghiasi Istana Shangyang.

Lampion dipasang dengan harapan agar masyarakat stabil, negara kaya, dan kuat.

Ketika Kaisar Zhu Yuanzhang, kaisar pertama Dinasti Ming (1368-1644), menjadikan Nanjing sebagai ibu kota.

Kaisar Yuanzhang meminta orang-orangnya untuk meletakkan ratusanribu lampion air di Sungai Qinhuai.

Tetapi, pada masa pemerintahan Kaisar Yongle, setelah pemerintah pindah ke Beijing, tiang lampu ditempatkan di Gerbang Meridian (Wu men).

Satu lentera juga dipasang di Gerbang Hua.

Awalnya, orang-orang Tiongkok menggantungkan lentera di depan pintu mereka untuk mengusir roh jahat.

Sampai hari ini, lentera terus menjadi simbol budaya tradisional Tiongkok dan populer, serta memainkan peran penting dalam perayaan dan upacara.

Karya seni lukis dan memotong kertas

Lampion Tiongkok
Lampion Tiongkok (Top China Travel)

Namun, lampion bukan melulu untuk Imlek, melainkan dipilih sebagai dekorasi rumah orang asing yang terpesona budaya China.

Begitu juga bahan lampion terus berkembang dan berubah dari kertas, kain, dan kawat.

Warna dan bentuk lentera pun berubah menjadi berbeda dan bervariasi.

Sejarah panjang berusia 1800 tahun, membuat pengerjaan lentera Tiongkok terus mengalami perubahan dan penyempurnaan.

Kombinasi antara keterampilan membuat lukisan Tiongkok, memotong kertas, seni kertas, sulaman, dan fungsi pencahayaan.

Bahan-bahan untuk membuat lentera Tiongkok meliputi bambu, kayu, rotan, jerami, tanduk binatang, logam, sutra, dan damask.

Kadang-kadang lentera China bersifat simbolis.

Contohnya, lentera bambu biasanya digunakan untuk upacara pemakaman.

Lentera yang digantung di kuil berwarna kuning, melambangkan ketenangan dan kedamaian.

Lentera merah merupakan lentera istana dijadikan simbol pernikahan dan perayaan.

Beda wilayah beda lampion

Ada lima kategori lampion Tiongkok yakni lampion istana, lampion kasa, lampion bambu, lampion nama keluarga dan lampion gantung.

Bentuk lentera pun bervariasi mulai dari sosok manusia, pemandangan, bunga, binatang, dan ikan.

Lentera Zou Ma Deng dihiasi lingkaran kuda kertas yang disukai semua lapisan masyarakat.

Lentera pun berbeda secara geografis yakni ada gaya Beijing, gaya Suzhou, gaya Fuzhou, dan gaya Quanzhou.

Istana Beijing

Dua gaya lentera paling terkenal berasal dari Ibu Kota Beijing di China Utara, dan Suzhou di China Timur.

Seperti namanya, lentera istana digantung di istana kerajaan.

Lentera istana dibuat dari kayu tipis sebagai kerangka, kemudian ditutup kain dan kaca.

Lentera istana Beijing dianggap karya seni tradisional terbaik menggunakan kayu rooswood sebagai kerangka, sutra, dan kaca bermotif.

Selain berfungsi sebagai pencahayaan, lentera istana juga menjadi koleksi berharga bagi kolektor lentera Tiongkok.

Lentera itu digantung di aula atau kamar luas lainnya untuk menambah suasana antik.

Bergaya Suzhou

Lampion Tiongkok
Lampion Tiongkok (Top China Travel)

Berbeda dengan lentera istana Beijing, lentera gaya Suzhou biasanya memiliki gaya pedesaan.

Lampion ini membanggakan sejarah yang dihormati dari waktu ke waktu sebagai seni keindahan nan halus.

Pada awal Dinasti Song, lampion berkembang menjadi industri kerajinan individu di daerah tersebut.

Lentera Suzhou memiliki berbagai tampilan, mulai dari burung, bunga, dan ikan hingga paviliun, teras, menara, bahkan figur manusia.

Lentera Suzhou terkenal memiliki berbagai warna, pemrosesan halus, berstruktur cerdas, patung indah, dan keagungan.

Cara membuat lampion Tiongkok:

Untuk Anda yang ingin punya lampion dan menghiasi rumah menggunakan bola-bola lentera merah ini, Anda dapat membuatnya sendiri.  

Berikut langkah-langkah membuat lampion sederhana:

Langkah 1: Buat kerangkanya. Kerangka dasar berbentuk kubus atau silinder. Bentuk ini yang paling mudah dibuat.

Disarankan untuk memilih batang bambu karena lebih fleksibel.

Langkah 2: Buat tubuh lentera. Potong kertas putih, merah atau emas, sesuai ukuran kerangka.

Gambar desain pola, potong kertas. Lalu rekatkan kerta di atas kerangka.

Langkah 3: Buat pencahayaan, bisa berupa lilin atau lampu.

Nah, mari hiasi rumah Anda dengan lampion Tiongkok. (Top China Travel)

Berita ini sudah tayang di Wartakota dengan judul Lampion Karya Seni Tiongkok Digantung di Depan Pintu untuk Mengusir Roh Jahat

Editor: ediyusmanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved