Mengintip Pendidikan Marinir Indonesia, Alarm Bangun Tidurnya Ledakan Granat

Selama tiga bulan penuh siswa akan digembleng layaknya dalam suasana perang sungguhan

Mengintip Pendidikan Marinir Indonesia, Alarm Bangun Tidurnya Ledakan Granat
Tribunnews.com
Korps Marinir TNI Angkatan Laut 

Contohnya saja bunyi Alarm membangunkan siswa dari tidur lelapnya waktu subuh.

Pelatih akan meledakkan tiga buah granat dan disusul rentetan tembakan senapan serbu AK-47.

Ledakkan dan rentetan tembakan yang bunyinya memekikan telinga tentu membuat siswa gelagapan saat bangun.

Sembari gelagapan itulah siswa harus segera mandi, salat subuh bagi yang menjalankan, sarapan dan bersiap menerima latihan brutal.

Hampir semua latihan untuk menggembleng pasukan komando itu dilakukan dalam kondisi berlari sembari membawa ransel seberat 20 kg dan menenteng senapan AK-47.

Selama tiga bulan lamanya siswa akan digembleng sampai batas fisik dan ketahanan mental seorang manusia.

Ada lima tahapan berat yang harus dilewati untuk dapat menyelesaikan pendidikan guna mendapatkan baret ungu Marinir.

Tahap Laut menjadi ujian pertama yang harus dilalui, kemudian beranjak ke Tahap Komando, Tahap Hutan, dan Tahap Gerilya Lawan Gerilya (GLG).

Tahap yang terakhir adalah Tahap Lintas Medan dengan menempuh jarak 300 km dari Banyuwangi menuju Surabaya.

Jarak itu ditempuh dengan berjalan kaki memotong 4 pegunungan di Jawa Timur.

Halaman
123
Editor: tidakada016
Sumber: GridHot.id
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved