Komunitas Literasi, Bukti Nyata Ahmadi Sopyan Peduli Terhadap Generasi Muda Babel

Ahmadi Sopyan sangat dibutuhkan karena beliau berjiwa muda, tahu mana kebutuhan anak muda masa kini. Selain itu, memberikan ruang

Komunitas Literasi, Bukti Nyata Ahmadi Sopyan Peduli Terhadap Generasi Muda Babel
Bangkapos
Ahmadi Sopyan Bersama Komunitas Pemuda di Babel 

BANGKAPOS.COM--Bidang literasi masih kurang diminati di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Hingga kini, wadah berkegiatan seni di Provinsi yang masih berusia 18 tahun ini masih terbilang minim.

Memperhatikan hal tersebut, Calon Anggota DPR RI Dapil Babel, Ahmadi Sopyan mendirikan sebuah perkumpulan yang beranggotakan para anak-anak muda Babel dengan nama Komunitas Aksara Muda (KOSADA) pada 2017 lalu.

Komunitas dibina langsung oleh Ahmadi Sopyan dan bergerak di bidang literasi dan seni tulis.

Ketua KOSADA Babel, Muhammad Tahir mengungkapkan sangat mengapresiasi adanya tempat dan wadah untuk berkreasi.

Dia menilai bahwa Ahmadi Sopyan sebagai sosok pemimpin yang berjiwa muda. Dengan tersedianya sebuah wadah seni bisa memberikan ruang berekspresi serta interaksi satu sama lain untuk melahirkan karya.

"Ahmadi Sopyan sangat dibutuhkan karena beliau berjiwa muda, tahu mana kebutuhan anak muda masa kini. Selain itu, memberikan ruang gerak bagi anak muda sesuai dengan bidang keahlian dan kegemarannya. memberikan ruang gerak baru bagi kami untuk mengekspresikan diri kami," ungkap Tahir.

Alumni IIKIP Budi Utomo Malang ini mengatakan potensi bakat anak-anak muda Babel mesti diperhatikan.

Komunitas merupakan salah satu wadah penyalur guna merangsang generasi muda yang lain untuk berkreasi dalam seni, khususnya dalam bidang literasi.

"Komunitas ini hanya sebagai wadah supaya anak-anak muda punya semangat berkarya. Di sini juga sebagai wadah untuk berkompetisi sehat dalam melahirkan karya-karya tulis," kata Ahmadi Sopyan.

Menurut Ahmadi Sopyan, para generasi muda memiliki imajinasi serta kreasi yang tinggi dalam menciptakan sebuah karya seni.

Namun, sangat minimnya tempat dan apresiasi yang diberikan terhadap generasi muda bisa mengikis semangat dalam membuat karya-karya seni lainnya.

"Saya arahkan kalau tidak mampu melahirkan karya sendiri, maka buatlah karya bersama-sama. Bisa berbentuk kumpulan puisi dan juga kumpulan cerpen," pungkasnya.(*)

Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved